Sadar Narima SAg SH Resmi Serahkan Berkas Balon Bupati ke PAN Sleman

share on:
Sadar Narima SAg SH melayani wawancara awak media, sesaat sebelum diarak oleh para pendukungnya dari RM Muara Kapuas menuju Kantor DPD PAN Sleman, Jumat (3/1/2019) || YP/Ismet NM Haris

Yogyapos.com (SLEMAN) - Diiringi pendukungnya dari berbagai elemen masyarakat, Sadar Narima SAg SH menyerahkan formulir dan berkas pendaftaran bakal calon (balon) bupati Sleman kepada Tim Penjaringan dan Pemenangan Pilkada Sleman 2020, di Kantor  Partai Amanat Nasional (PAN) Sleman, Jumat (3/1/2019).

Penyerahan berkas tersebut sebagai bukti dirinya bertekad menjadi Bupati Sleman melalui mekanisme penjaringan dan penyaringan yang dilakukan secara demokratis oleh PAN. Tentang bagaimana kelanjutannya, tergantung dari mekanisme yang selama ini sudah berlaku di internal parpol tersebut.

“Ya hari ini saya mantabkan menyerahkan berkas pengajuan untuk mengikuti kontestasi balon Bupati dalam Pilkada Sleman 2020 melalui PAN,” ujarnya usai menyerahkan berkas yang diterima oleh Sekarmaji selaku Ketua Tim Penjaringan dan Pemenangan Pilkada dari PAN Sleman.

Sadar Narima kepada yogyapos.com menyatakan tekadnya maju sebagai balon Bupati atas dukungan dari berbagai elemen masyarakat, anggota dan simpatisan PAN maupun kelompok profesional.  Sebab itu setelah penyerahan berkas, pihaknya segera mengintensifkan kominikasi dengan mereka.

“Saya tidak ingin mengecewakan konstituen maupu masyarakat secara menyeluruh yang menghendaki saya maju dalam Pilkada 2020,” tegas balon bupati yang juga Ketua DPD PAN Sleman dan  kini untuk ketiga kalinya duduk kembali  di kursi DPRD DIY, setelah sebelumnya juga pernah duduk di kursi DPRD Sleman Th 2004-2009

Selain dia, masih ada dua dari 11 balon bupati yang telah mengembalikan berkas pendaftaran ke kantor PAN Sleman, yakni Sri Handayani dan Mumtaz Rais. Kedua balon ini tidak datang sendiri, melainkan melalui tim sukses pada sehari sebelumnya.

“Sebenarnya ada 11 orang yang mengambil formulir. Tapi sampai pengunduran batas waktu hari ini (Jumat, 3 Januari 2020, red) pukul 16.30, hanya 3 balon yang mengembalikan berkas,” terang Sekarmaji didampingi anggotanya, Subagyo.

Sekarmaji mengungkapkan, sesuai aturan partai maka ketiga berkas tersebut akan segera diteruskan ke DPW PAN yang selanjutnya dikirim ke DPP untuk memperoleh Surat Keputusan (SK) tentang siapa nantinya yang benar-benar dipilih sebagai calon bupati dari PAN.

Karena perolehan kursi  PAN di legislatif tidak memenuhi syarat untuk maju sendiri mengusung calon bupati dan wakil bupati, maka dilakukan koalisi dengan parpol lain. Dan itu sudah dilakukan PAN membangun koalisi ‘Santun Bersatu’ bersama tujuh parpol yaitu Golkar, PKS, Nasdem, PPP, PKB dan Demokrat (non legislatif). 

Sementara itu ditanya tentang Mumtaz Rais yang disebut-sebut telah memperoleh rekomendasi dari DPP, Sadar Narima kembali menyatakan hal itu boleh-boleh saja. Namun kembali pada mekanisme yang ada, bahwa rekomendasi tidak otomatis sama dengan SK. Semua kader partai punya hak yang sama maju menjadi balon bupati. Penjaringan dan penyaringannya dari bawah.

“Mas Mumtaz menjadi bagian dari kekayaan PAN dalam konteks proses Pilkada 2020. Siapa pun nantinya yang akan diberikan SK dari DPP, tentu itu yang harus kita dukung. Kami akan tetap saling bahu membahu untuk memenangkan Pilkada. Jadi tak ada istilah berat dalam proses ini karena komitmen kita sama untuk PAN dan masyarakat secara menyeluruh,” tukas Sadar Narima sangat populer di masyarakat dan sosok penting dalam koalisi ‘Santun Bersatu’. (Met)

 


share on: