Saka Pariwisata Sleman Kukuhkan Anggota Baru

share on:
Pengukuhan Saka Pariwisata ditanda dengan siraman air kembang || YP/Wahjudi Djaja

Yogyapos.com (SLEMAN) - Sleman adalah salah satu daerah yang memiliki beragam jenis dan karakter destinasi. Dikenal sebagai pionir dalam pemberdayaan potensi melalui desa wisata yang kini tengah menjadi bahan rujukan daerah lain. Oleh karena itu, Satuan Karya Pramuka Pariwisata harus mampu mengambil peran strategis dan momentum agar mampu berkiprah secara lebih maksimal.

Demikian butir penting pidato Pimpinan Saka Pariwisata Sleman, Kak Nyoman Rai Savitri SPsi MEcDev, saat mengukuhkan anggota baru di Bumi Perkemahan Desa Wisata Rajek Wetan (Dewi Rawe) Tirtoadi Mlati Sleman (Minggu, 29/9/2019).

Lebih jauh disampaikan, pengukuhan yang diawali dengan pendidikan dasar ini merupakan kawah candradimuka bagi para anggota agar memiliki jiwa juang, kompetensi, keterampilan dan dedikasi.

“Dinas Pariwisata Kabupaten Sleman sangat berharap agar Saka Pariwisata mampu mensuport beragam kegiatan kepariwisataan baik skala lokal, nasional maupun internasional. Selama ini kami sangat terbantu dengan kehadiran Saka Pariwisata,” tandas Kabid Pengembangan SDM dan Usaha Pariwisata Dispar Sleman ini.

Mereka yang hari ini dikukuhkan, sambungnya, telah melalui beragam tahap ujian sehingga memiliki mental dan karakter yang bisa diandalkan.

Kepada yogyapos.com, Ketua Panitia Diksar Saka Pariwisata Sleman, Dias Oktri, menjelaskan kegiatan ini diikuti oleh 70 peserta dari seluruh Sleman. “Mereka datang dengan mengendarai sepeda dari rumah masing-masing. Selama dua hari yakni Sabtu-Minggu 28-29 September 2019 mereka menjalani pendidikan dasar seperti susur jejak sejarah, presentasi hasil karya kerajinan, sarasehan, pembuatan vlog wisata, penyajian kuliner khas, jerit malam dan pengukuhan,” papar mahasiswa Geografi UGM ini. Kegiatan lain yang harus diikuti peserta adalah pengembangan kepribadian dan pembuatan booklet pariwisata Sleman.

Terkait dengan kegiatan Diksar Saka Pariwisata Sleman, Litbang Kwarcab Pramuka Sleman, Susanto, menekankan bahwa pembentukan karakter, mental, dan kepribadian bagi anggota Saka adalah mutlak diperlukan. “Kami menyadari ada pihak yang keberatan dengan diksar, dianggap memberatkan peserta. Namun, semua peserta hadir dengan kesadaran diri penuh, sementara kakak-kakak pembina tentu juga tidak lepas tangan begitu saja. Harapannya, mereka bisa berkolaborasi dengan Dinas Pariwisata dan desa wisata di Sleman saat menggelar kegiatan kepariwisataan,” tandas pegawai Dishub Sleman ini.

Saka Pariwisata Sleman berdiri tahun 2015 dan telah membaktikan diri dalam beragam event. Diksar diawali dengan open recruitmen, seleksi tertulis, tes kebugaran, penelisuran minat dan bakat, dan wawancara. Selanjutnya mereka menjalani masa orientasi selama 6 bulan, dengan penugasan. Penugasan meliputi tiga krida yakni pemandu wisata, penyuluh, kuliner. Dari situ baru bisa dilantik dan dikukuhkan. (Iud)

 


share on: