Yogyapos.com (YOGYA) - Produsen kerajinan kulit berbasis UMKM Sasadu Leather diundang bergabung dalam Pasar Kreatif Bandung 2023 yang digelar tanggal 21-30 Juli 2023 di Paris Van Java Mall. Sebuah pengakuan dan apresiasi atas kerja keras tanpa henti pasangan alumni Universitas Gadjah Mada yang patut diteladani.
“Untuk pameran tahun ini persiapan kami lebih matang dari pilihan produk yang beragam, range harga yang bervariasi dan jumlah produk lebih banyak. Ada dompet kartu sederhana harga paling murah sekitar 80.000 yang sekaligus menjadi sample jenis kulit kualitas ekspor,” kata Dwi Soufnita, owner Sasadu Leather kepada yogyapos.com Minggu (23/7/2023).
Terkait modal awal, alumni FIB UGM ini jujur mengatakan berasal dari tabungan dan pemberian mamanya dari mobil yang dijual. “Kita kan custom jadi pasti pemasukannya. Lalu pengembangan usaha memiinjam KUR BRI sekitar 20 juta. Sejak akhir tahun 2021 kami mulai cicil bikin produk ready stok dan ikut pameran Pasar Kreatif Bandung 2021.
Awalnya Sasadu ikut di mall yang tidak begitu bagus konsep mall-nya. Namun, berhubung omset dihitung penjualan online dan offline, jadi omsetnya sekitar 35 juta. Makanya tahun 2022 dapat di Cihampelas Walk.
Terkait suport dan penyelenggaraan Pasar Kreatif Bandung, Soufnita menjelaskan, setiap brand hanya membawa produk. “Semua disediakan oleh pihak penyelenggara. Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Bandung menggunakan jasa EO. Pungutan apapun ngga ada. Kita cuma wajib share poster dan info pameran di media sosial kita saja. Satu booth fashion, kriya dipakai 2 brand. Kita cuma datang, pajang produk dan tiap hari bikin laporan penjualan online dan offline,” jelasnya.
Beragam jenis dan model produksi Sasadu Leather || YP-Wahjudi Djaja
Bagi Dwi Soufnita dan suaminya, langkah yang ditempuh Disdagin Kota Bandung ini sangat membantu. “Iya, sangat membantu UMKM. Tahun ini Kabupaten dan Kota Bandung Raya diberi 1 booth buat ikut pameran," kata permpuan asal Sumatera Barat.
Potensi pasar di Paris Van Java Mall, menurut penuturan alumni Fakultas Sastra UGM ini, lumayan besar karena ini salah satu mall yang ramai pengunjung dari luar kota Bandung. “Paris van Java ini konsep mall-nya lebih ke mall resort dan jadi destinasi belanja bagi orang luar daerah. Jadi sangat membantu kami para perajin dalam mempromosikan produknya,” pujinya.
Selain mempromosikan produk, Sasadu Leather juga menerima pesanan pembuatan beragam jenis dan model kerajinan berbahan kulit yang berkualitas. “Dua pembeli Sasadu tadi malam datang dari Kalimantan Timur yang sedang ada acara dan kegiatan pelatihan di Bandung,” pungkasnya. (Iud)
