Yogyapos.com (BANTUL) – Warga kini bisa menarik nafas lega, menyusul perbaikan akses jalan objek wisata Srikeminut, Kalurahan Sriharjo, Kapanewon Imogiri, Kabupaten Bantul yang sempat amblas akibat hujan deras.
BACA JUGA: Rekonstruksi Pembunuhan Berlatar Asmara di Ambarketawang, Tersangka Peragakan 23 Adegan
Perbaikan jalan yang rusak tersebut merupakan respon aktif Pemerintah Kabupaten Bantul sebagaimana disampaikan Kepala Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Kabupaten Bantul, Jimmy Alran Manumpak Simbolon.
"Sudah selesai perbaikan jalan yang amblas namun belum permanen hanya sementara saja," ungkapnya, Jumat (9/1/2026).
BACA JUGA: Lomba Panahan Sleman Diikuti 230 Peserta
Jimmy mengatakan, perbaikan jalan yang amblas di Srikeminut telah selesai pada akhir tahun 2025 yang lalu sehingga jalan yang bersifat sementara itu sudah bisa dilewati kendaraan bermotor roda dua hingga roda empat.
BACA JUGA: KUHP Baru Pidanakan Nikah Siri, Gus Hilmy: Ini Problematik, Perlu Dirumuskan Kembali
Meski jalan bersifat sementara namun dipastikan jalan tersebut aman untuk dilalui karena sudah terpasang Bronjong disisi selatan jalan yang berbadan langsung dengan Sungai Oya, pengurukan tanah dengan tanah yang tidak mudah menyerap air hingga pemasangan gorong-gorong untuk jalur air dari pegunungan menuju Sungai Opak.
BACA JUGA: Dr Farindira Vesti Rahmasari PhD: Super Flu adalah Varian Lain Virus Influenza
"Tapi memang jalannya tidak diaspal karena sifatnya sementara," ungkapnya.
Dijelaskan, pembangunan jalan secara permanen masih menunggu hasil kajian ahli dari UGM. Sedangkan untuk perbaikan jalan secara permanen sepanjang 300 meter setidaknya butuh anggaran sekitar Rp 13 miliar.
BACA JUGA: Pangdam Mayjen Achiruddin Pimpin Upacara Penutupan Dikmaba, Ini Pesannya
"Kita tunggu hasil kajian dari ahli UGM tersebut sebelum kita bangun permanen jalannya. Untuk anggaran kita coba ajukan ke BNPB, ya semoga akhir tahun 2026 atau awal 2027 pembangunan jalan permanen Srikeminut sudah selesai," tandasnya.
Salah satu warga Kedungmiri yang ditemui wartawan mengaku gembira sebab bisa kembali melintas di Jalan tersebut. Pasalnya, sebelum Jalan itu terhubung kembali, Siti mengaku harus memutar cukup jauh untuk ke ladang yang berada di Wunut.
BACA JUGA: Bank Sleman Launching e-Kalurahan dan Undi Tabungan Mutiara
"Senang sekali jalannya sudah bisa dilewati. Karena sebelumnya saya kalau ke Wunut harus memutar lewat Selopamioro dan itu sekitar 10 sampai 12 kilometer," katanya.
Siti berharap ruas Jalan tersebut bisa segera diaspal. Hal tersebut agar kontur Jalan halus dan nyaman ketika melintas. (*/PW)
