Yogyapos.com (BANTUL) - Pengurus Muslimat Nahdlatul Ulama (PM-NU) Kecamatan Pundong Bantul, Sabtu (1/2/2020) menyelenggarakan Peringatan Hari Kelahiran (Harlah) ke-52 TK Masyithoh Nangsri, di Komplek Sekolah TK Masyithoh Dusun Nangsri, Desa Srihardono, Pundong, Bantul.
Peringatan harlah kali ini diwarnai dengan kegiatan tahlilan, sambutan-sambutan, pementasan angklung oleh para siswa, pemotongan tumpeng sebagai syukuran 52 tahun berdirinya TK Masyithoh Nangsri, makan siang dan ramah tamah bersama Zuhrotul Mardiyah, anggota Dewan Sekolah TK Masyithoh Nangsri.
Kepala Sekolah TK Masyithoh Nangsri, Alfi Munawaroh dalam sambutan menyampaikan, saat ini TK yang dipimpinnya memiliki 60 siswa yang terbagi 23 anak kelas TK-A dan 37 anak di kelas TK-B. Dalam pengelolaan pendidikan dan operasional keseharian TK diasuh oleh 7 orang, 6 orang guru dan 1 orang bagian tata usaha. Adapun untuk guru pendidik terdiri atas Guru Tetap (golongan PNS) 1 orang, Guru Tidak Tetap (GTT) bersertifikasi 1 orang, dan GTT non-sertifikasi 4 orang.
Untuk kurikulum sekolah, pada jam awal sekolah adalah pembacaan Al-Qur’an serta hafalan bacaan sholat, pengajaran selanjutnya yaitu pendampingan pengenalan berbagai pengetahuan, nilai-nilai moral, dan keagamaandengan metode yang menyenangkan yang biasanya dilakukan dengan metode mendengar cerita, bernyanyi, atau pun menggambar. Misalnya, pengenalan rukun iman dan rukun islam, akan disampaikan dengan metode nyanyian, atau sambil menari sehingga anak merasa gembira, dan tidak mudah bosan.
“Kami sampaikan terimakasih kepada para pengurus dewan guru, dewan sekolah, dan juga para wali siswa yang mempercayakan anaknya bersekolah di sini, sehingga tahun 2019 TK Masyitoh Nangsri berhasil diakreditasi oleh Badan Akreditasi Nasional (BAN) Kementerian Pendidikan dengan status akreditasi A menjadi akreditasi B,” ungkap Alfi Munawaroh
Ketua Ketua Muslimat Pundong, Ponirah mengatakan, usia 52 tahun sebuah organisasi adalah rentang waktu yang sedianya sudah matang dan dewasa. Sehingga diharapkan kepada Pengurus senantiasa menjaga regeng, kekompakan dengan jaringan jam’iyah NU Pundong dan para wali siswa. Ke depan, semoga pengurus lebih meningkatkan sinergitas dengan banyak pihak untuk mengembangkan pendidikan anak-anak kita.
“Kita masih ingat pada saat bencana gempa tahun 2006 lalu yang merobohkan sekolah, semuanya terasa bingung dan tidak tahu bagaimana caranya bisa bangkit. Pokoknya hanya mengandalkan keyakinan bahwa pendidikan anak harus tetap berjalan bagaimanapun kondisinya. Gedung sekolah hancur, pengajaran di lakukan di tenda-tenda darurat, lalu berpindah di rumah warga Nangsri--yang rumahnya tidak roboh, dan berkali-kali berpindah lokasi. Juga berkat sinergi dengan banyak pihak baik pemerintah, para donatur baik perseorangan maupun organisasi non pemerintah, gedung baru bisa didirikan, hingga kita bisa menempati gedung sekolah ini. Itu semua berjalan dan terjadi karena kita bisa menjaga sikap ‘regeng’ dengan banyak orang dan organisasi lain,” ujar Ponirah
Di kesempatan lain, Hafidz Masturi Ali (LazisNU Pundong) menyampaikan bahwa LazisNU Pundong ikut mendukung kegiatan-kegiatan pendidikan yang diselenggarakan lembaga-lembaga jaringan dan afiliasi NU Pundong, termasuk TK Masyithoh Nangsri yang dalam naungan Muslimat NU Pundong. LazisNU ikut berkontribusi memberikan dukungan pendanaan baik secara berkala tahunan maupun kalau ada event-event tententu.
Acara peringatan Harlah TK Masyithoh Nangsri berjalan lancar dan hangat penuh kekeluargaan. Dihadiri para siswa dan wali-siswa, Ketua Dewan Sekolah Nur Hidayat dan para anggota, Dukuh Nangsri Jawadi, juga jajaran pengurus Muslimat NU Kecamatan Pundong. (M Anwar)
