Yogyapos.com (YOGYA) – Kepala Pusat Studi Mitigasi dan Penanggulangan Bencana (PSPMB) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Yogyakarta, Dholina Inang Pambudi MPd, menegaskan aksi kemanusiaan tidak boleh memandang ras. Siapa pun bisa melakukannya untuk semua orang.
"Siapa pun bisa melakukan aksi kemanusiaan tanpa pandang RAS maupun golongan," tegas Dholina dalam seminar ‘aksi Tanggap Darurat Bencana Alam dan Fungsi Lembaga-lembaga Terkait’, di Kampus UAD Jalan Lingkar Selatan,
Seminar kebencanaan yang digagas Organisasi Kemanusiaan Dokter Lintas Batas (Médecins Sans Frontières/MSF) bekerja sama dengan Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) PP Muhammadiyah, Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Yogyakarta, Pusat Studi Mitigasi dan Penanggulangan Bencana (PSMPB) UAD Yogyakarta dan Kelas Pagi Yogyakarta berjalan dengan lancar diikuti akademisi, praktisi, mahasiswa, dan umum.
Dalam seminar itu dibahas peran lembaga masing-masing dan fungsinya ketika merespon bencana alam secara bersama-sama. Harapannya, dari diskusi itu bisa memberikan gambaran yang jelas: bagaimana mekanisme manajemen kebencanaan di Indonesia dan agar menjadi lebih baik di masa depan.

Menurut Dholina, siapa pun bisa melakukan aksi kemanusiaan tanggap bencana secara perorangan maupun kelembagaan. Secara kelembagaan, Muhammadiyah melalui Lembaga Penanggulangan Bencana (LPB) selalu sigap dalam melakukan aksi kemanusiaan dengan gerak cepat dalam menanggulangi bencana, baik di ranah nasional maupun global.
Hal itu juga sebagaimana dikatakan Budi Setiawan, Ketua LPB Pimpinan Pusat Muhammadiyah, yang terlibat dalam kebencanaan tidak mesti berasal dari orang kesehatan. “Karena menolong sesama dalam bencana adalah bentuk dari aksi kemanusiaan yang menghasilkan kebaikan-kebaikan,” kata Budi.
Penanganan bencana yang maksimal, bisa mencakup kolaborasi dari beberapa bidang, diantaranya kesehatan, ekonomi, kebijakan dan lain-lain.
Di sisi lain, seperti disampaikan Dr Muchlas MT Wakil Rektor II UAD Yogyakarta, selama ini UAD Yogyakarta selalu berkoordinasi dengan LPB untuk menyalurkan serta aksi kepedulian terhadap bencana alam.
“Saya berharap kegiatan ini bisa bermanfaat dan menjadi sarana untuk berbagi terkait peran dan fungsi para lembaga bencana alam," tandas Muchlas MT, yang menambahkan Indonesia punya potensi rawan bencana yang cukup tinggi. (Fan)
