Yogyapos.com (SLEMAN) - Sekitar 15 pengrawit yang terdiri dari seniman Prancis serta pelajar SMKI, mengekspresikan kemampuannya dalam bidang gamelan di Studio Banjarmili Gamping, Kamis (9/1) malam.
Event yang telah digeber sejak 2005 ini adalah gelaran kerjasama antara Komunitas Gayam16 dengan Leda Atomica dari Prancis. Memasuki tahun ke-13, workshop diikuti oleh 7 musisi dan 1 aktor ini diselenggarakan mulai tanggal 30 Desember 2019 hingga 8 Januari 2020, di sekretariat Gayam16, Jalan Mantrigawen Lor Yogya.
Selain belajar memainkan gamelan dan dasar tari, workshop ini juga mempunyai program mengunjungi besalen (pabrik gamelan) untuk menambah pengetahuan peserta tentang ragam gamelan, serta workshop singkat pengenalan wayang kulit.
Dalam pertunjukan malam itu, para pengrawit membawakan gendhing tradisional dan komposisi kontemporer yang ditulis oleh Alex Grillo, Sapto Raharjo, Azied Dewa dan SP Joko. Ke-13 komposisi yang dimainkan antara lain: Baris Rampak, Dhendheng Kentheng, Baita Kandhas, Ricik-Ricik Banyumasan, Suwe Ora Jamu, Eling-Eling, Sluku-Sluku Bathok, Kemiri, Walsa di Temanggung, Si Cantik di Tamansari, Kadang-Kadang Irama Mengadakan, Eksekusi serta Menthit.
Selain gamelan, peserta juga diberi pengetahuan dasar tentang tari Jawa dan dipresentasikan dalam cerita berjudul Bima Suci.
Komunitas Gayam16 sejak tahun 2000 sudah concern dengan beragam event Yogyakarta Gamelan Festival, Gamelan Gaul, kursus gamelan, serta penyelenggaraan pameran dan workshop gamelan. (Dol)
