Sepeda Santai Kampung Cebongan Disambut Antusiasme Warga

share on:
Ketua panitia sepeda santai kampung Cebongan, Ngestiharjo, Bantul tampak gembira atas sukses penyelenggaraan kegiatan yang disambut antusiasme warga || YP/Akhir Lusono

Yogyapos.com (BANTUL) - Ekspresi gembira tidak dapat disembunyikan dari wajah Setiawan Pujiono selaku ketua panitia HUT RI 74 Kampung Cebongan. Pak Wawan panggilan akrabnya adalah seorang dosen di FBS UNY. Walaupun seorang dosen di kampung dipercaya sebagai ketua RT 14 sekaligus ketua panitia.

Banyak ide dan usulan warga masyarakat dikampungnya berkait kegiatan Agustusan tahun ini. Selain sejumlah lomba, tirakatan, malam gelar seni, kirab budaya dan jalan santai juga mancing mania serta sepeda santai atau sepeda gembira. Kegiatan sepeda santai dihelat pada Minggu (1/9/2019) pukul 07.00 WIB. 

Mengambil start dan finish di panggung pinggir jalan RT 13 dan RT 14. Diikuti ratusan peserta yang terdiri anak-anak, remaja, dewasa dan juga orang tua. Mereka berbaur bersepeda mengikuti rute yang telah ditetapkan panitia.

"Kami bersyukur, kegiatan yang kami adakan diikuti dengan antusias. Warga menyambut dengan baik. Kegairahan itu sudah nampak semenjak rapat-rapat dan kegiatan awal yakni lomba, tirakatan, pentas seni, kirab budaya dan sepeda santai pagi ini. Tidak henti-hentinya saya secara pribadi dan selaku ketua panitia mengucapkan terimakasih. Matur nuwun kerjasamanya yang luar biasa ini," ujar Wawan saat ditemui yogyapost.com disela-sela kegiatan.

Acara diawali dengan sambutan oleh Lurah Desa Ngestiharjo Fathoni, yang sekaligus mengibaran bendera start disaksikan Dukuh 4 Cungkuk Kahono, Ketua BPD Desa Ngestiharjo Diyono, Ir H Sugiri selaku ketua Kampung juga Setiawan Pujiono.

"Kami atas nama lurah Desa sangat mengapresiasi kegiatan funbike atau

mendukung dan mensuport menjadi kampung Seni dan Budaya. Juga sekaligus bisa di integradikan dan dikembangkan sebagai kampung yang sepeda gembira ini. Ini sebagai wahana agar kita biasa hidup sehat. Di samping itu kegiatan ini semoga bisa menjadi pengungkit dan dapat mendorong ekonomi masyarakat,” ujar Fathoni.

Menurutnya,  di Ngestiharjo setiap kampung sudah mempunyai icon atau hal yang diunggulkan oleh masing-masing kampung. Untuk kampung Cebongan saya sangat kreatif yang bernilai ekonomi. Apalagi kampung Cebongan banyak usaha kreatif seperti usaha tahu dan ketupat, serta usaha lain.

Di sisi lain selaku ketua panitia Setiawan Pujiono berharap kebersamaan dan kekeluargaan ini bisa diteruskan. 

"Apalagi dalam khasanah Jawa ada ungkapan Crah Agawe Bubrah Rukun Agawe Santosa. Rawe-rawe rantas malang-malang tuntas. Jaya-jaya wijayanti sura dira jayaningrat lebur dening pangastuti. Ketika kita menengok hal tersebut, maka kita yakini bahwa rukun itu membuat sentosa atau kuat," terang dosen muda UNY ini.

Rangkaian kegiatan di kampung Cebongan Ngestiharjo Kasihan Bantul akan dipungkasi dengan kegiatan Mancing Mania dengan memperebutkan berkilo-kilo ikan lele yang disiapkan panitia. Mudah-mudahan berakhir dengan lancar dan sukses sama dengan kegiatan lainnya. (Akhir Lusono)

 


share on: