Sidang Korupsi P4TK Seni Budaya Hadirkan 4 Saksi

share on:
Suasana sidang korupsi P4TK Seni Budaya dengan agenda pemeriksaan saksi, di Pengadilan Tipikor Yogyakarta, rabu (18/9/2019) || YP/Fadholy

Yogyapos.com (YOGYA) – Dugaan korupsi proyek Pusat Pengembangan Pemberdayaan Pendidikan dan Tenaga Kependidikan (P4TK) Seni Budaya DIY, telah bergulir ke pengadilan. Bahkan, Rabu (18/9/2019) ini persidangannya memasuki tahap pemeriksaan saksi-saksi, di Pengadilan Tipikor Yogyakarta.

Sidang dipimpin hakim ketua Asep permana SH MH, sedangkan tim jaksa penuntut umum  diantaranya terdiri Ernawati SH dan Sunardi SH. Sidang berlangsung sejak pagi hingga menjelang sore.

Kasus dugaan korupsi ini melibatkan tiga terdakwa yang persidangannya dsplit. Mereka masing-masing Salamun (60) mantan Kepala P4TK, Bondan Suparno (45) Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dan Agung Nugroho (43) selaku Bendahara.

Kasus korupsi Pengelolaan Uang Persediaan (PUP) dan Tambahan Uang Persediaan (TUP) ini dari anggaran 2015/2016. Hasil temuan  BPKP bahwa kerugiaan negera dalam kasus ini sebesar Rp 21,6 miliar, tapi yang berhasil diselamatkan senilai Rp 12,5 miliar. Itu terdiri dari uang Rp 589 juta, 5 unit mobil, 1 sepeda motor,  apartemen dan 1 unit rumah mewah.

Barang-barang sitaan itu kini dititipkan di Rumah Penyimpanan Barang Sitaan Negara di Jalan Tamansiswa Yogya. Sedangkan menyangkut uang tunai disimpan di rekening tanpa bunga titipan Pidsus kejari Sleman.

Para terdakwa dinyatakan jaksa melanggar Pasal 2 ayat 1, ayat 3 UU Nomor 3 Tahun 1999 jo UU Nomor 20 Tahun 201 dan pasal 3 atau 4 UU Nomor 8 Tahun 2010 tentang Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU).

Sidang akan dilanjutkan sepekan mendatang dengan agenda pemeriksaan saksi-saksi lain. (Dol)


share on: