Yogyapos.com (SLEMAN) - Dua balon bupati, Sadar Narima SAg SH dan Dr Najib Gisymar SH MHum, diam-diam melakukan komunikasi politik yang puncak intensitasnya terjadi pada Sabtu (4/1/2020), di sebuah rumah makan di kawasan Sleman.
Meski demikian, keduanya menyatakan bahwa pertemuan tersebut merupakan yang pertama kali terjadi dalam hubungannya menyongsong Pilkada Sleman 2020. Sebab selama ini komunikasi hanya dilakukan melalui ‘tim sukses’, dan itu pun menggunakan perangkat ponsel tanpa pernah bercakap-cakap secara langsung.
“Benar, baru pertama ini ini saya bertemu kang Sadar Narima. Ya di sini ini, makanya kami istilahkan sebagai silaturahmi super santun,” tukas Najib sembari tertawa melirik sohibnya, Sadar Narima.
Najib Gisymar sejauh ini sudah terdaftar dan mengembalikan berkasnya sebagai balon Bupati, antara lain ke Partai NasDem dan Partai Gerindra. Sedangkan Sadar Narima melalui Partai Amanat Nasional (PAN).
Apakah silaturahmi tersebut sebagai ajang penjajagan sebagai pasangan balon Bupati dan Wakil Bupati? Sadar Narima dengan sangat hati-hat mengungkapkan belum sejauh itu. Melainkan masih berbicara hal-hal yang bersifat umum terkait komitmennya untuk kontribusi memajukan Sleman.
Selama ini, lanjut Sadar, komunikasi dilakukannya dengan segala elemen masyarakat maupun perorangan. Meski demikian, komunikasi sesama balon Bupati dilakukannya hanya dengan Najib Gisymar. “Dengan balon lain belum pernah. Ya baru dengan Mas Najib ini kami saling ngobrol mengenai Pilkada,” kata balon Bupati yang juga Ketua DPD PAN Sleman dan anggota DPRD DIY ini.
Berbeda dengannya, Najib Gisymar terang-terangan menyatakan konstelasi politik menuju Pilkada Sleman 2020 ini memiliki dinamikanya sendiri. Terlihat landai di permukaan, tapi akselarasi komunikasi antarparpol maupun timses dan pendukungnya selalu menampilkan kejutan-kejutan yang tak terduga dalam hitungan hari maupun minggu.
Najib penuh percaya diri, jika kelak memiliki kepastian parpol yang akan mengusungnya maka tidak tertutup kemungkinan bisa berpasangan dengan sadar Narima. “Kemungkinan ini bisa terjadi, Kang Sadar yang balon Bupati dan saya Wakil Bupati atau sebaliknya, Wait and see sajalah,” ujar Advokat senior ini.
Sementara menyaksikan secara kebetulan pertemuan dua balon Bupati itu, Rony Satria SH yang juga advokat dan menjadi tim hukum balon bupati di Sleman dan Bantul menyatakan apresiasinya sebagai model dan modal menuju peraihan sukses menuju perebutan suara Kepala Daerah Sleman September 2020 mendatang.
“It’s oke kalau Pak Sadar dan Pak Najib direkomendasi oleh parpol dan koalisi parpol menjadi pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupat nantinya. Bagi saya, ini cukup ideal,” katanya, singkat. (Met)
