Sinten Remen Feat Endah Laras, Ora Obah Ora Mamah

share on:
Penampilan Endah Laras bersama Sinten Remen yang begitu enerjik || YP-Ist

Yogyapos.com (YOGYA) - Salah satu program unggulan FKY 2020 adalah Pertunjukan Orkes Musik Keroncong ‘Ora Obah, Ora Mamah’ yang menampilkan Sinten Remen ft Endah Laras.

Sinten Remen merupakan grup musik keroncong bentukan Alm Djaduk Ferianto. Grup musik yang beranggotakan 12 orang ini berani mengusung musik keroncong dengan cara unik dan kekinian. Mereka menggabungkan komposisi jazz, pop, blues dan rock menjadi harmoni musik keroncong yang pas. Tidak berlebihan.

Dalam rilis yang diterima yogyapos.com, Sabtu (26/9/2020), duet Sinten Remen dengan Endah Laras dibuka dengan lagu berjudul We Gaan Naar Zandvoort Aan De Zee, (Tanjung Perak). Lalu disisipi obrolan menggelitik dari dua MC Alit Jabang Bayi dan Gundhissos yang membuat cair suasana.

Endah Laras menuturkan, ini pertama kalinya tampil di panggung FKY. Meskipun hanya dapat menghibur penonton secara virtual, Endah mengaku tetap senang dan semangat menampilkan yang terbaik.

“Ini berbeda sekali ya, biasanya ada banyak penonton di depan panggung, sekarang tidak. Positifnya, di tengah pandemi seperti sekarang ini, saya dan teman-teman masih bisa berkarya dan menghibur masyarakat di rumah yang terbatas untuk bisa kemana-mana,” ungkap perempuan asal Solo ini.

Vokalis Sinten Remen, Silir Wangi mengungkapkan hal yang sama. “Kalau perform bareng sama Mbak Endah sudah sering, tapi untuk di panggung FKY ini baru pertama kalinya. Seru sekali bisa kembali berduet dan bercanda bareng sama Mbak Endah lagi, terlebih selama pandemi ini kami tidak bisa bertemu secara langsung,” jelas Silir.

Dalam penampilannya kali ini, mereka mengaku merasakan sesuatu yang berbeda. Hal itu dikarenakan tidak adanya sosok Djaduk Ferianto di sisi mereka lagi sebagai pemimpin juga teman duet di atas panggung.

Baik Endah, Silir, maupun seluruh anggota Sinten Remen merasakan kerinduan pada sosok Djaduk. Mereka masih meneladani hal-hal baik yang diwariskan almarhum seperti kedisplinan dan kreativitasnya dalam berkarya. “Seperti halnya judul tema Akar Hening di Tengah Bising, kami yang berada di tengah keramaian situasi saat ini pun tidak melupakan akar yang sudah menopang kita, dalam hal ini adalah Mas Djaduk. Semangatnya tetap ada di dalam diri kami untuk melanjutkan karya-karya indah lainnya dalam music keroncong," pungkas Silir Wangi. (*/Fadholy)

 

 


share on: