Yogyapos.com (BANTUL) - Sebagai upaya mengajarkan siswa kelas X tentang menggali potensi daerah dan mencintai lingkungan sekitar, SMAN 1 Imogiri menyelenggarakan kegiatan Panen Karya sebagai realiasi dari Program Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) di lingkungan sekolah, Rabu (21/6/2023).
Yuliantara selaku Kepala Sekolah SMAN 1 Imogiri menjelaskan, melalui Program P5 ini para siswa diperkenalkan dan diajari tentang aset dan potensi sekitar mereka, agar mereka tidak melupakan jati diri mereka sendiri. Artinya, siswa dan sekolah secara Bersama mengembangkan dan memaksimalkan potensi yang dimilikinya untuk kemudian diangkat ke tingkat yang lebih tinggi.
Pameran lukisan karya siswa SMAN 1 Imogiri || YP-Ist
“Melalui Program P5 ini, para siswa diajari untuk mengembangkan aset yang ada di Imogiri, dikembangkan secara maksimal sehingga berguna bagi masa depan para siswa,” ujar Yuliantara kepada wartawan diruang kerjanya.
Selanjutnya Yuliantara menyampaikan, dalam Program P5 ini para siswa diajarkan untuk lebih peduli terhadap lingkungan sekitar mereka. Salah satunya adalah mengolah sampah dan limbah yang ada disekitar lingkungan masing-masing
“Limbah yang mencemari lingkungan dapat diolah oleh para siswa menjadi barang yang bermanfaat,” tandas Yuliantara.
Pengolahan ini, lanjut Yuliantara, sebagai usaha untuk menumbuhkan kesadaran bahwa selama ini kualitas lingkungan mulai menurun akibat ulah manusia sehingga perlu diatasi. Inovasi dan gagasan mengatasi persoalan lingkungan tersebut yang diharapkan dapat lahir dari program ini.
Pameran karya Siswa dari hasil pengolahan limbag sekitar || YP-Ist
Sementara itu Sumarti selaku Waka Kurikulum menambahkan, wilayah Imogiri merupakan daerah yang penuh dengan potensi dan usaha yang dapat dikembangkan, seperti batik, wayang, jamu gendong, keris, dan wedang uwuh. Dengan adanya potensi usaha yang melimpah, diharapkan siswa dapat mengenali dan kemudian mengembangkannya dengan ide dan gagasan masing-masing.
“Dalam hal ini, kami memperkenalkan berbagai produk sekitar kepada siswa. Oleh karena itu, seandainya selepas dari sekolah ini mereka tidak melanjutkan kuliah atau akademi, mereka dapat mengembangkan potensi yang ada di sekitar mereka,” jelasnya.

Selanjutnya, Marti menyampaikan, dalam Program P5 ini, para siswa diajarkan untuk mengetahui tingkat kerusakan lingkungan dan mengelola sampah menjadi barang yang berguna. (Sds)
