Yogyapos.com (BANTUL) - Dalam masa pendemi Covid-19, SMK Muhammadiyah I Bantul (Musaba) memelopori selenggarakan Masa Orientasi Sekolah (MOS) atau Pengenalan Manajamen Sekolah (PMS) melalui live streaming kepada sekolah lainnya. Sistem ini diadakan secara vertual di sekolah ini, Senin-Kamis (13-16/7/2020).
"Cara dan sistem live streaming yang kami tempuh ini adalah salah satu langkah kreatif agar efektif dalam MOS disaat masih terjadi Covid-19,” kata Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SMK Musaaba, Wiji Marwanta Spd didampingi Wakil Kepala Sekolah Bidang Humas Slamet Raharjo SPd, di sela menitoring pengarahan live streaming MOS di sekolah ini, Kamis (16/7/2020).
Wji mengatakan, dengan metode ini perlu persiapan yang matang. Memerlukan peralatan ataupun perangkat yang relatif mahal dan sering terkendala oleh jaringan internet lamban. Namun ini biaya internetnyarelatif rendah dan terjangkau. Salah satu contohnya peralatan yang mahal yaitu kamera harganya sekitar 15 juta.
Namun, semua peralatan yang diperlukan dan dipergunkan sudah tersedia dan dimiliki oleh pihak sekolah. Dengan cara ini relatif efektif dan praktis. Artinya para siswa dan guru bisa dengan mudah dalam mengikuti MOS/PMS di rumahnya masing-masing. Sedangkan siswa yang di rumahnya belum terjangkau (kesulitan) jaringan internet, bisa mempergunakan jaringa internet di SMK Musaba dengan mematuhi protokoler kesehatan yang berlaku.
"Yang menjadikan kami semua semangat untuk memakai cara ini antara lain efektif, menarik, tidak menjenuhkan siswa dan guru. Selain itu, guru dan siswa juga bisa saling tukar kreativitas terkait dengan IT,” kata Wiji Marwanta.
Peserta yang mengikuti MOS pada tahun ajaran baru 2020/2021 kali ini sebanyak 385 siswa. Mereka umumnya bisa mengikuti MOS. Apabila ada yang terkendala dengan jaringan internet di rumah, jumlahnya hanya beberapa anak.
Mengenai berbagai materi yang diberikan pada MOS kali ini untuk hari kesatu hingga ketiga, umum dan disesuaikan dengan ketentuan dari Pemerintah. Sedangkan untuk hari ke empat (Kamis/16/7) tentang Ikatan Pelajar Muhammadiyah dan Kemuhammadiyahan.
Pelaksanaan MOS ini dilaksanakan sesuai dengan ketentuan dari pemerintah (Dinas Pendidikan dan Olahraga DIY dan Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Bantul. Sedangkan upaya agar para lulusan SMK Musaba bisa tertampung di dunia kerja, maka sekolah melakukan kerjasama (MoU) dengan beberapa perusahaan yang akan menerima mereka. Dari beberapa perusahaan, salah satunya PT ADM/Daihatsu Motor.
Sementara itu, sejumlah siswa ketika dimitai pendapat dan tanggapan tentang MOS melalui live streaming, pada umumnya mereka menyatakan menarik dan tidak menjenuhkan. (Supardi)
