Yogyapos.com (BANTUL) - Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri di Kabupaten Bantul selama Ramadan 1444 H diarahkan untuk mengadakan kegiatan keagamaan Islam untuk pelatihan peningkatan iman dan taqwa bagi para siswa, karyawan serta komite sekolah yang beragama Islam.
“Berkaitan hal itu, kami segera membuat Surat Edaran dan mengirimkannya ke seluruh SMP Negeri,” kata Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Bantul, Drs Isdarmoko MPd, di Bantul, Senin (6/3/2023).
Dijelaskannya, isi dan inti surat edaran pada dasarnya mengimbau setiap SMP Negeri agar mengadakan kegiatan pendidikan dan praktik keagamaan. Selain jam tatap muka pelajaran dikurangi 10 menit setiap satu kali jam pelajaran yaitu dari 40 menit menjadi 30 menit, jam masuk sekolah yang biasanya pukul 07.00 WIB juga diubah menjadi 08.30 WIB.
Sementara itu Kepala SMPN 2 Jetis Bantul Nurwanti SE didampingi Wakasek Bidang Kesiswaan Rus Bagiyo SPd, menyatakan kesiapannya untuk melakukan hal itu.
“Rencananya dalam mengisi Ramadan akan mengadakan sejumlah kegiatan keislaman semacam pesantren kilat meliputi kegiatan tadarus Alquran sebelum jam pelajaran, bimbingan rohani, latihan zakat dan buka bersama,” katanya.
Diakatakan, tadarus Alquran, latihan zakat, siraman rohani diperuntukan kepada para siswa dan dibimbing serta didampingi para guru. Sedangkan buka puasa bersama akan diikuti oleh para siswa, guru, karyawan dan Komite Sekolah jika dipandang perlu juga para wali siswa.
Para penceramahnya akan menghadirkan dari luar sekolah, bukan guru Pendidikan Agama Islam di sekolah. Tujuannya agar lebih bervariasi dan menarik bagi jamaah.
“Meski untuk mengadakan kegiatan itu pada dasarnya tidak ada kendala namun berdasarkan pengalaman, saat ujian berlangsung aliran listrik mati karena alam. Maka diharapkan nantinya tidak terjadi lagi aliran listrik mati,” harap Rus Bagiyo.
Jika aliran listrik mati, maka pengerjaan soal menjadi terganggu dan repot. Selain itu sekolah juga harus menyewa untuk pengadaan mesin genset untuk antisipasi aliran listrik. Harga sewa minimal Rp 1.200.000 per hari.
Mesk pihak Dispora Hantul sudah berupaya untuk penyediaan aliran listrik, namun diharapkan PLN agar meningkatkan atensinya untuk kelancaran penyelenggaraan pendidikan di Bantul terutama saat ujian. (Spd)
