Yogyapos.com (BANTUL) - Koperasi Bina Usaha PT Madukismo bekerjasama dengan Crystal Management membuka 18 outlet foodcourt di sisi utara Pabrik Gula Madukismo, Padokan, Tirtonirmolo, Kasihan, Bantul, Yogyakarta.
Wakil Direktur Crystal Management, Lucy Evie Marya menjelaskan tujuan dibukanya foodcourt selain untuk melayani ribuan karyawan pabrik dan masyarakat sekitar juga diharapkan dapat menjadi destinasi wisata kuliner bagi pengunjung kunjung PG Madukismo.
Keberadaan foodcourt melibatkan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) milik warga sekitar pabrik, sehingga diharapkan mampu meningkatkan penghasilan dan kesejahteraan mereka.
Wakil Direktur Crystal Menagemen Lucy Evie Marya || YP-Yuliantoro
“Foodcourt diharapkan menyemarakkan kegiatan ekonomi masyakarat sehingga meningkatkan pendapatan warga,” papar Evie.
Madukismo merupakan pabrik gula dibawah PT Madu Baru milik Kesultanan Ngayogyakarta Hadiningrat yang bergerak di bidang agroindustri tebu. Perusahaan ini berkantor pusat di Pedukuhan Padokan, Kalurahan Tirtonirmolo, Kapanewonan Kasihan, Bantul. PT Madu Baru mengambil alih bekas Pabrik Gula Padokan yang hancur akibat perang dengan nama Pabrik Gula dan Pabrik Spirtus Madukismo.
Madukismo menjadi satu-satunya pabrik gula tebu yang masih beroperasi di Yogyakarta. Hingga tahun 2020, Kesultanan Ngayogyakarta Hadiningrat memegang 65% saham perusahaan ini, sementara sisanya dipegang oleh Rajawali Nusantara Indonesia.
Selain memproduksi gula dan spirtus, perusahaan ini juga memproduksi alkohol dan cairan penyanitasi tangan. Musim giling PG Madukismo biasanya berlangsung selama enam hingga tujuh bulan, yakni dari bulan April/Mei hingga Oktober. Di luar musim giling, PG Madukismo biasanya melakukan perawatan terhadap mesin-mesin produksinya. Pada musim giling tahun 2021, PG Madukismo berhasil menggiling 400.000 ton tebu, menghasilkan 41.400 ton gula.
Perusahaan ini mampu menghasilkan sekitar 3.000 ton tebu dan menghasilkan 25.000 liter alkohol per hari. Selain kegiatan usaha penggilingan tebu menjadi gula, Madukismo juga sebagai destinasi wisata. Pabrik Gula Madukismo ada fase musim giling. Di fase ini, wisatawan dapat melihat secara langsung proses produksi yang dilakukan Pabrik Gula Madukismo. Untuk melihat proses tersebut, wisatawan menaiki gerbong yang ditarik oleh lokomotif.
Ketua Koperasi Bina Usaha PT Madukismo, Bapak Vidya, mengatakan bahwa ada 18 tenant pada foodcourt Madukismo. Menu yang dapat menjadi pilihan pengunjung diantaranya aneka minuman dari Sellie Coffee, serta berbagai menu tradisional seperti nasi pecel, brongkos, lodeh, aneka ramesan, dan bakmi Jawa. “Foodcourt mulai buka pukul 10.00 – 22.00 WIB.
"Kalau musim giling seperti saat ini, lalu lalang truk tiap hari nya sekitar 600 armada selama 24 jam, kegiatan pabrik juga demikian. Di siang hari, kunjungan wisatawan terutama pelajar dan mahasiswa juga sangat ramai,” ujar Vidya mengakhiri perbincangan. (Yuliantoro)
