Yogyapos.com (SLEMAN) - Desa wisata merupakan salah satu potensi andalan Kabupaten Sleman. Keberadaannya harus menjadi generator pembangunan masyarakat. Oleh karena itu, masing-masing desa wisata harus mampu mengeksplorasi dan menampilkan karakter yang khas dan unik serta dikelola secara profesional.
Demikian butir-butir penting pidato Wakil Bupati Sleman, Dra Hj Sri Muslimatun MKes saat membuka Festival Desa Wisata Kabupaten Sleman tahun 2019 di Desa Wisata Sangurejo Wonokerto Turi Sleman, Minggu 17/11/2019).
Dijelaskan, festival ini bisa dijadikan ajang evaluasi desa wisata agar mampu berkiprah secara lebih maksimal.
"Desa wisata adalah aset penting pembangunan kepariwisataan Kabupaten Sleman. Oleh karena itu, pengelolaannya harus dikemas secara menarik dengan menonjolkan cirikhasnya sehingga membuat wisatawan 'tuman' tinggal di Sleman" tandasnya.
Karakter desa wisata, lanjutnya, merupakan keunggulan yang harus terus dipelihara dengan benar. Berdasar catatan, kunjungan wisatawan ke Sleman mengalami peningkatan dari 7,2 juta di tahun 2017 menjadi 8,5 juta di tahun 2018. "Pengelola desa wisata harus kreatif dalam mengemas paket wisata agar bisa memperpanjang lama tinggal wisatawan di Sleman", pesannya.
Sementara itu dalam laporannya Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Sleman, Dra Sudarningsih MSi menyampaikan bahwa festival desa wisata sudah digelar sejak 15 Oktober 2019 melibatkan 24 desa wisata dari tiga kategori, yakni tumbuh, berkembang, dan mandiri. "Festival desa wisata 2019 digelar dengan tujuan selain untuk mengevaluasi desa wisata di Sleman, juga untuk mendorong desa wisata agar secara aktif melakukan fungsinya sebagai pengungkit perekonomian masyarakat dengan memantapkan Sadar Wisata dan Sapta Pesona", jelas Sudarningsih. Festival kali ini, sambungnya, juga memberikan penghargaan kepada desa wisata yang dinilai terbaik dalam melaksanakan fungsinya.
Dalam pendangan mantan Kadin Perpustakaan dan Kearsipan Sleman ini, pariwisata telah terbukti mampu mengangkat kehidupan masyarakat. “Sektor ini mampu menggerakkan roda perekonomian di segala lapisan masyarakat yang berdampak langsung pada kesejahteraan. Selain itu juga mampu mendorong pertumbuhan pembangunan dan pengembangan wilayah,” tandasnya.
Terpilih sebagai juara kelompok mandiri berturut-turut desa wisata Pancoh (1), Blue Lagoon (2) dan Grogol (3), sedang juara harapan meliputi Gamplong, Kelor, Sukunan. Dari kelompok berkembang, keluar sebagai juara desa wisata Gabungan (1), Garongan (2) dan Sangurejo (3), sedang juara harapan diraih Tunggul Wulung, Pulewulung dan Nawung. Sementara itu kelompok tumbuh, keluar sebagai juara desa wisata Plosokuning (1), Nganggring (2) dan Rajek Wetan (3) sedang juara harapan diraih desa wisata Sempu, Bromonilan, Gamol.
Dalam keterangannya kepada yogyapos.com, Kabid Pengembangan Destinasi Wisata dan Ekonomi Kreatif Dinpar Sleman, Aris Herbandang, menerangkan festival desa wisata Kabupaten Sleman 2019 berbarengan dengan diselenggarakannya Jogja Internasional Heritage Walk (JIHW) yang melibatkan puluhan negara.
“Ini momen penting bagi desa wisata di Sleman agar lebih dikenal oleh negara lain. Terbukti tadi banyak wisatawan asing yang mengunjungi stan pameran desa wisata maupun menikmati atraksi seni,” jelasnya.(Iud)
