STIEPar API Siap Bentuk Insan Pariwisata Visioner, Tangguh dan Berdaya Jelajah

share on:
Wahjudi Djaja didampingi Ketua Yayasan Dharma Pala dan Ketua STIEPar API Yogyakarta saat PKKBM || YP-Ist

Yogyapos.com (SLEMAN) - Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Manajemen Pariwisata API Yogyakarta adalah satu perguruan tinggi yang dipilih Kemendikbud untuk menerima mahasiswa baru dari jalur peserta Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIP Kuliah). Untuk Tahun Akademik 2020/2021 STIEPar API menerima 170 mahasiswa baru dimana mayoritas diantaranya berasal dari jalur KIP Kuliah. Dengan unggulan program S1 Manajemen Pariwisata diharapkan bisa menyediakan sumber daya manusia di bidang pariwisata yang unggul, berkompeten, dan berdedikasi yang amat dibutuhkan negara ini.

Demikian disampaikan Ketua STIEPar API Yogyakarta Susilo Budi Winarno, SH, MH saat menerima mahasiswa baru dalam Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru (PKKBM) di kampus Babarsari, Rabu (23/9/2020). Kegiatan dibagi ke dalam tiga gelombang sesuai protokol kesehatan di aula kampus setempat. Untuk mahasiswa yang berasal dari luar Jawa dilaksanakan secara daring hari Jumat 25/9/2020.

Lebih jauh disampaikan, sebagian besar peserta program KIP Kuliah telah mengikuti tahapan dan saringan oleh Kemendikbud. Oleh karena itu, pesannya,  mahasiswa harus menyambut penuh kesungguhan tanpa keragu-raguan atas kepercayaan dan fasilitas yang diberikan pemerintah.

"Mahasiswa harus mengasah kemampuan akademik, organisasi kemahasiswaan, dan mempertajam kompetensi agar bisa menjadi manusia yang unggul. Jangan sampai mengecewakan orang tua dan kampus. Secara berkala kita pun harus melaporkan ke Kemendikbud tentang proses pembelajaran dan progresnya,” imbaunnya.

Sementara itu dosen STIEPar API, Wahjudi Djaja, MPd yang bertindak sebagai motivator menguraikan dinamika pariwisata terutama saat pandemi Covid-19. "Pandemi ibarat badai yang menyergap, dibutuhkan mentalitas elang untuk bisa bertahan dan menghadapi ujian dan kesulitan yang ada. Kampus akan mendampingi Anda semua menapaki proses pembelajaran yang tidak saja visioner dan berdaya jelajah tetapi juga mengakar dan membumi,” tandas anggota Badan Promosi Pariwisata Sleman (BPPS) ini.

Kondisi pariwisata masa pandemi, lanjutnya, menyadarkan kita semua tentang konsep pembangunan pariwisata yang bisa bertahan menghadapi beragam kondisi. "Pariwisata adalah bidang kehidupan yang pertama terdampak pandemi sekaligus paling akhir yang bisa di-recovery. Nyaris semua desa wisata dan destinasi wisata tumbang, yang kemudian merembet ke segala usaha turunannya. Maka kalangan akademis harus segera memetakan permasalahan secara tepat, menganalisis secara tajam dengan pendekatan multidimensi, dan manawarkan solusi yang akurat,” papar Direktur Bumdes Tirtamas.

Jaringan alumni STIEPar API Yogyakarta, imbuhnya, bertebaran di penjuru Nusantara yang bekerja di beragam lembaga pariwisata dan kebudayaan. "Mereka adalah jaringan penting yang bisa kita maksimalkan agar eksistensi kita kian dirasakan masyarakat. Ingat, zaman sekarang mensyaratkan manusia yang berkompeten, berdaya jelajah, dan memiliki jaringan kuat,” pesannya.

Hadir dalam PKKBM STIE Pariwisata API Yogyakarta antara lain Ketua Yayasan Perguruan Dharma Pala, Ketua Lembaga Pengabdian Masyarakat Endang Widayati, MM, para dosen, dan pengurus yayasan. PKKBM ditandai dengan penyematan jaket almamater STIEPar API Yogyakarta. (Agung DP)

 

 


share on: