Yogyapos.com (BANTUL) - Dinas Kesehatan (Dinkes) Bantul memperkirakan stok barang khususnya Alat Pelindung Diri (APD) dan obat-obatan masih tercukupi sampai berakhir masa tanggap darurat pandemi Covid-19 (Corona), 29 Mei 2020. Semua peralatan dan obat-obatan itu tersimpan di gudang farmasi Dinkes Bantul.
Kepala Dinkes Bantul Agus Budi Raharja mengungkapkan persedian APD cover all mencapai 320 pcs telah didistribusikan ke 27 Puskesmas, masing-masing 25 pcs. Di gudang farmasi juga kedatangan1000 cover all dari pemesanan. Selain itu tersimpan pula masker N95 ada 982 pcs, masker bedah 160.600 pcs, handscoon (sarung tangan) 126.000 pcs, alkahol 1,425 liter, hand sanitizer 1,273 botol ukuran 500 mililiter.
"Kami juga masih memesan masker bedah 7000 bok masing-masing isi 50 maskes, cover all 6500 pcs, alkohol 900 botol, hand sanitizer 1625 botol dan juga rapid tes COVID-19 sembari menunggu distribusi dari pusat melalui provinsi serta therma gun yang cukup langka dan semoga dalam beberapa hari ini sampai ke gudang farmasi," katanya disela-sela peninjauan gudang farmasi Dinas Kesehatan Bantul, di Komplek Perumahan Bantul Timur, Trirenggo, Bantul, Jumat (27/3/2020).
Agus menyatakan Dinkes Bantul selalu berhitung dalam kondisi normal stok yang ada di gudang farmasi untuk sampai akhir tahun tercukupi namun karena situasi saat ini tidak normal harus ada perhitungan ulang.
"Dengan adanya tambahan Rp 6 milyar dan pemesanan barang terkait untuk penanganan COVID-19 diharapkan mampu sampai 2 atau 3 bulan ke depan saja," terangnya.
Menurutnya, stok APD dan kebutuhan lainnya diperkirakan akan cukup hingga masa tanggap darurat COVID-19 selesai namun semuanya tergantung prilaku masyarakat sendiri. Jika masyarakat ikuti instruksi pemerintah "Di Rumah Saja" diperkirakan masih cukup namun jika tidak mentaati pasti kurang karena akan banyak pasien yang terjangkit COVID-19 dan butuh penanganan.
Sementara Sekda Kabupaten Bantul sekaligus Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Infeksi COVID-19, Helim Jamharis mengatakan kedatangan ke gudang farmasi ingin mengetahui kondisi yang senyatanya terkait stok kebutuhan barang dan obat-obatan dalam rangka penanganan COVID-19 yang harus didistribusikan ke 27 puskesmas di Kabupaten Bantul.
"Kami ingin memastikan bahwa kebutuhan puskesmas dalam pelayanan kesehatan tercukupi dan memberikan pelayanan kepada masyarakat sesuai yang diperlukan masyarakat,"katanya.
Gugus tugas juga meminta kepada petugas di gudang farmasi untuk memperbaharui stok barang dan obat serta memperkirakan kebutuhan ke depan karena perkembangan COVID-19 pada umumnya tidak diketahui kapan segera berakhirnya. Oleh karena kesiapsiagaan gudang farmasi untuk menghitung kebutuhan merupakan hal yang harus terus menerus dilaksanakan.
Gelontoran uang Rp 6 miliar kepada Dinkes dipastikan tidak akan mencukupi melihat kondisi saat ini yang menunjukkan tren kenaikan terhadap jumlah ODP dan PDP maka akan menjadi bagian kesiapan Tim Anggaran Pemerintah Daerah untuk memenuhi kebutuhan yang diajukan oleh Dinas Kesehatan. (Dws)
