Stok Gula di Madukismo Habis, Handsanitizer Tercukupi

share on:
Jajaran Komisi B DPRD Bantul diperlihatkan gundukan gula mentah impor saat melakukan kunjungan ke PG Madukismo, Selasa (14/4/2020) || YP/Supardi

Yogyapos.com (BANTUL) - Stok gula pair di Pabrik Gula/Pabrik Spirtus (PG/PS) PT Madu Baru Madikismo Kasihan Bantul ternyata habis, namun persediaan handzanitizer produk perusahaan ini justru mencukupi dan diharapkan laku di pasaran.

Hal itu terungkap dalam dialog saat peninjauan mengenai ketersediaan gula pasir oleh Komisi B DPRD Bantul yang ditemui oleh Manajeman PT Madu Baru, di pabrik gula ini, Selasa (14/4/2020).

"Sejak Januari 2020 stok gula di pabrik ini sudah habis dan telah beredar di pasaran. Sedangkan musim giling tahun 2020 mengalami kemunduran waktu akibat Covid-19. Namun stok hand sanitizer masih banyak dan mencukupi,” kata Direktur PG-PS Madukismo, Irwan Revianto Rares, di saat menanggapi Komisi B DPRD Bantul.

Dijelaskan, tahun 2019 stok gula hasil produk Madukismo sekitar 50.000 ton untuk memenuhi pemintaan pasar di DIY dan Jawa Tengah, meski yang dibutuhkannya lebih dari itu.

Sedangkan musim giling untuk tahun  2020 juga ada permasalahan pengunduran waktu karena terkendala wabah Covid-19. Seharusnya awal April sudah mulai giling terpaksa mundur waktunya dan akan dimulai akhir Mei.

"Dalam musim giling, pihaknya mempekerjakan tenaga ribuan orang. Dengan adanya Covid-19 mereka terpaksa harus dikarantina terlebih dahulu. Maka terpaksa waktu gilingnya diundur. Ini juga menjadi kendala karena tebang tebu juga harus mundur waktunya. Tentang hasil jumlah gula menjadi  berkurang akibat tebunya sudah terlalu tua.

"Salah satu cara yang kami tempuh adalah memproduksi hand zanitazer yang mini stoknya cukup dan juga dipasarkan di pabrik ini, dengan harga sekitar Rp 65.000 per liter,” papar Irwan didampingi sejumlah manajemen lainnya.

Selain itu, terkait dengan adanya kebijakan impor sugar (gula mentah), Pabrik Gula Madukismo juga memperoleh jatah impor dan mengolah serta memasarkannya. Sehingga yang ada di pabrik kini adalah gula belum jadi (masih diolah).

Menanggapi hal itu, Ketua Komisi B DPRD Bantul, Wildan Nafis dan Wakil Ketua Aryunadi menyatakan pihaknya dalam sidak ini ingin mengetahui ketersedian gula di Madukismo. Ini adalah terkait dengan upaya agar ketersedian sembako saat ada Covid-19 di Bantul mencukupi.

"Kami merasa ikut prihatin dengan adanya Covid-19. Maka harapannya agar ketersediaan sembako di tengah masyarskat bisa tercukup. Maka kini melihat langsung ke lapanga. Maka melihat kondisi demikian kami menyemangati semoga masa giling Mei nanti lancar,” kata Wildan didampingi Heru Sudibyo, Jumirin, Bibit Rustamto, Arif Haryanto dan Mahmudin.

(Supardi)

 

 

 

 


share on: