Suasana Duka Iringi Kepergian Egy, Lurah Panggungharjo Mengutuk Keras Pelaku Klitih

share on:
Suasana duka mengiringi jenazah Egy Hermawan saat hendak dibawa ke pemakaman Sitiwangi Giwangan || YP/Fadholy

SUASANA duka menggelayuti rumah berpagar coklat di dusun Sawit RT-02 Panggungharjo Sewon Bantul. Kedua orangtua Egy Hermawan (17) pelajar SMK Muhammadiyah 3 Yogyakarta, masih nampak shock dengan kepergian putranya yang menjadi korban aksi brutal klitih pada Minggu (22/9) sore, di Jalan Menukan Yogyakarta.

Ratusan takziah yang terdiri warga sekitar dan para guru dan pelajar SMK Muhammadiyah 3 Yogyakarta, mengirim doa kepada almarhum serta turut mengiringi proses pemakaman jenazah yang dikebumikan di pemakaman Sitiwangi Giwangan.

Dina, kakak sepupu korban yang mewakili keluarga mengatakan, kejadian yang menimpa Egy sangat cepat sekali. Kebiasaan Egy ketika hari Minggu adalah membantu ayahnya berjualan di toko. Namun pada hari itu ia menerima ajakan temannya untuk menonton turnamen futsal antara SMKN 3 Yogya dengan SMA Muhammadiyah 7 Yogya di 4R Futsal Jl.Parangtritis.

“Jam 14.30 dia masih di rumah. Tak selang lama berpamitan untuk nonton futsal. Egy pun tidak mengenakan atribut/identitas sekolah. Dia pakai jaket hitam, celana pendek dan sepatu. Sekitar jam 16.30 kami dikabari jika Egy menjadi korban aksi brutal klitih di Jl Menukan. Kami sekeluarga pun meluncur ke lokasi untuk memastikan kondisi Egy. Sesampai di lokasi kami diberi tahu sejumlah saksi jika Egy telah dibawa ke RSUD Wirosaban. Sekitar jam 17.00 dokter dari RSUD Wirosaban menyatakan jika nyawa Egy tidak tertolong. Kata dokter terjadi pendarahan hebat. Ada tusukan benda tajam yang menembus ke paru-paru Egy,” ujar Dina seraya mengusap air mata.

Dina menambahkan, sejauh pengamatannya Egy tidak mempunyai musuh. Anaknya juga tidak neko-neko. Dulu pada saat kelas X dan XI Egy sempat mengalami fase kenakalan pelajar yang relative wajar.

“Namun pada kelas XII Egy mulai berubah. Bahkan cenderung pendiam dan sering membantu ayahnya berjualan di toko jika hari libur. Kami menduga ada faktor balas dendam antar genk di sekolah. Bisa jadi Egy telah diincar para pelaku. Kami serahkan sepenuhnya kasus ini kepada aparat kepolisian dan keluarga berharap para pelaku bisa segera ditangkap,” imbuh Dina.

Lurah Panggungharjo Anggoro Hadi ditemui di sela melayat menyatakan mengutuk keras terhadap aksi kekerasan yang dilakukan para pelaku terhadap Egy Hermawan.

“Mohon hentikan aksi kriminalitas seperti ini. Pelajar harapan keluarga dan Bangsa menghembuskan nyawa dengan aksi yang sangat brutal. Kami berharap kasus yang menimpa Egy ini adalah kasus klitih terakhir. Peran serta keluarga, pihak sekolah dan aparat kepolisian menjadi poin utama. Pemahaman tentang tindak kriminalitas di kalangan pelajar juga harus diupayakan sejak dini. Kami jajaran Pemerintah Desa Panggungharjo menghaturkan belasungkawa atas meninggalnya Egy Hermawan. Insya Allah almarhum husnul khotimah dan keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan dan kesabaran,” tandas Anggo Hadi.  (Dol)

 

 

 


share on: