Yogyapos.com (SLEMAN) - Derai air mata dan suasana haru mewarnai wisuda virtual mahasiswa UNY yang berlangsung di Auditorium UNY, Sabtu (15/8/2020 ). Sebanyak 11 orang calon wisudawan yang menjadi wakil dari 810 calon wisudawan lainnya, tak kuasa menahan tangis ketika dilakukan moment pemindahan Toga oleh Rektor UNY, Prof Dr Sutrisna Wibawa. Mereka kemudian buru-buru memeluk orang tua dan anggota keluarga usai mereka dinyatakan sah sebagai Wisudawan.
Wisuda Virtual UNY kali ini memang berbeda dengan Wisuda pada hari-hari biasa. Suasana pandemi yang belum jelas ujungnya, membuat hampir seluruh mahasiswa harus rela menjalani wisuda dari rumah masing-masing, melalui aplikasi Zoom serta jejaring video Youtube.
“Pengalaman ini sungguh luar biasa. Kami tak akan melupakannya,“ ujar Yolanda, wisudawan terbaik Fakultas Teknik UNY yang hadir ditemani kakak kandungnya.
Yola, demikian gadis ini akrab disapa, merasa sangat beruntung. Sebab, kesempatan dapat mengenyam bangku kuliah di UNY juga dirasakannya tidak mudah. Karena itu, selama kuliah dia merasa perlu untuk bekerja keras.
Hanya saja, diujung akhir masa studinya, secara kebetulan negeri diterpa Pandemi. Beberapa penelitian yang dijalannkan sempat mengalami kendala. Namun, atas bantuan pihak kampus beserta dosen-dosen pembimbingnya akhirnya Yola dapat meraih gelar Sarjana Pendidikan yang diimpikannya.
“Saya mengucapkan terima kasih kepada semua pihak, terutama pihak kampus dan Lembaga-lembaga yang membantu penelitian saya,“ tandas Yola.
Sementara itu, Rektor UNY Prof DR Sutrisna Wibawa dalam sambutannya berpesan, bagi para wisudawan kependidikan, sebagai lulusan UNY, para mahasiswa telah dipersipkan untuk menjadi calon guru dan tenaga Pendidikan yang kompeten. Oleh karena itu sesuai program Pendidikan Merdeka yang dicanangkan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, para wisudawan perk uterus berinovasi dan ketrampilan mengambil keputusan instruksional untuk menjadi seorang guru millennial yang professional.
Sementara itu, bagi wisudawan non kependidikan, Sutrisna menegaskan bahwa para wisudawan dari program studi non kependidikan perlu terus meningkatkan daya adaptif dan fleksibilitas sehingga mudah menyesuaikan dengan realitas dunia kerja.
“Sebagai lulusan di era teknologi dan informasi, para wisudawan wajib memperkuat kemampuan teknologi informasi yang menjadi ciri kerja di dunia digital,“ pesan Sutrisna.
Selain mewisuda mahasiswa Indonesia, pada kesempatan ini UNY juga mewisuda 4 mahasiswa Luar Negeri, hasil Kerjasama UNY dengan beberapa negara lain seperti: Burundi, Tiongkok dan Rwanda.
Dengan adanya wisuda ini, pihak UNY berharap agar prosesi wisuda ini bukan menjadi akhir masa pembelajaran tetapi merupakan awal dari perjuangan para wisudawan kepada bangsa dan negara melalui karya serta pengabdian mereka. (*/Sulistyawan Ds)
