Suharsono: Ponpes Wajib Sediakan Ruang Isolasi Penanggulangan Covid-19

share on:
Bupati Suharsono menyerahkan masker untuk penanggulangan Covid-19 di Islamic Center Binbas Piyungan || YP-Supardi

Yogyapos.com (BANTUL) - Bupati Bantul Drs H Suharsono menegaskan para santri Pondok Pesantren Binbaz Islamic Center Sitimulyo Piyungan Bantul yang berasal dari Jawa Timur (zona hitam) dan akan belajar kembali di pondok ajaran baru, harus disendirikan (diisolasi)  sesuai dengan protokoler kesehatan yang berlaku.

Suharsono menegaskan hal itu saat melakukan monitoring tentang kesiapan menghadapi New Normal di Ponpes Binbas Islmaic Center Piyungan Bantul, Selasa (7/7/2020).

"Semua santri dari zona hitam tersebut harus dilengkapi.surat keterangan sehat dari Dinas Kesehatan daerah asal. Lebih amannya mereka harus dilakukan rapid test dan Pemkab Bantul siap memberikan bantuan rapid test,” tambah Suharsono.

Sementara itu, Pembina Majlis Atturoth Binbaz Bantul, KH Abu Nida, mengatakan jumlah santri di Islamic Center sebanyak 887 orang. Mereka yang datang kembali ke Islamc Center, akan dilakukan dan mengikuti protokoler kesehatan yang berlaku. Diantaranya akan ditempatkan menjadi di enam area.

"Santri sejumlah itu sekitar 90 persennya dari luar kota dan terbanyak dari Jawa Timur, sisanya (10 persennya) asalnya dari DIY,” kata Abu Nida.

Menurutnya, para santri asal luar itu akan tiba di Pondok pada 20 Juli 2020. Mereka akan diberlakukan protokoler kesehatan secara ketat. Termasuk yang datangnya mempergunakan kereta api akan dijemput oleh petugas dari Binbaz. Dalam memberlakukan proyokoler kesehatan, Binbas mempunyai dan menugaskan juru rawat lima orang.

Sementara itu Kepala Kantor Kementrian Agama (Kemenag) Bantul, Aidi Johansyah, menyambut positif adanya keseiapan dan akan diberlakukannya protokoler kesehatan di Binbaz.

Selain ke Binbaz, Suharsono pada hari yang sama juga melakukan monitoring dan memberikan bantuan masker di Asyifa Bambanglipuro dan Ponpes Lintang Songo Piyungan. (Supardi)

 


share on: