Yogyapos.com (SLEMAN) - Perkembangan zaman yang sangat pesat menuntut manusia untuk melakukan aktivitas yang berlebih. Tuntutan tersebut dapat mengakibatkan timbulnya rasa lelah dan lesu. Kelelahan tersebut diakibatkan oleh sumber energi yang dimiliki oleh tubuh menurun bahkan habis, asam laktat meningkat, dan keseimbangan cairan elektrolit terganggu. Rasa lelah tersebut akan berpengaruh pula dengan menurunnya tingkat konsentrasi dan berdampak pada menurunnya kinerja seseorang. Salah satu cara yang dapat dilakukan untuk mengurangi atau menghilangkan rasa lelah dengan mengkonsumsi suplemen berenergi yang mengandung vitamin dan mineral.
Suplemen berenergi telah banyak beredar di pasaran Indonesia dengan berbagai jenis berupa kapsul, minuman atau pun serbuk. Tingkat konsumsi minuman berenergi di kalangan masyarakat cukup tinggi, terutama bagi mereka yang banyak beraktivitas. Minuman tersebut dipercaya dapat menambah energy idan menjadipemulihsetelah beraktivitas.
Pada umumnya minuman berenergi terdiri dari vitamin, mineral, asam amino dan bahan lainnya. Banyak masyarakat yang belum mengetahui bahwa mengkonsumsi minuman berenergi untuk mencegah kelelahan ini menjadi suatu problem apabila dikonsumsi secara terus menerus serta berlebihan karena efek dari sejumlah kafein dan gula yang dikandungnya.
Oleh karena itu alternatif minuman berenergi yang relative lebih aman sangat diperlukan manusia yaitu dengan mengkonsumsi bahan dari alam seperti aernabeez yang merupakan minuman hasil rendaman buah kurma (Phoenix Dactyliferal).
Buah kurma inilah yang menarik perhatian sekelompok mahasiswa Fakultas MIPA UNY. Mereka adalah Fina Indriyani prodi Pendidikan IPA, Ranum WanudyaProdi Kimiadan Hendrianis Syafira Prodi Biologi. Ketiga mahasiswa tersebut meneliti potensi buah kurma terutama infusa kurma sebagai suplemen peningkat stamina pada tubuh.
Menurut FinaIndriyani buah kurma memiliki banyak kandungan seperti zat besi yang dapat meningkatkan kadar hemoglobin dalam tubuh.
“Selain itu kurma mengandung protein, serat, glukosa, vitamin, biotin, niasin, dan asam folat,” paparnya, Selasa (16/2/2021).
Dalam buah kurma juga terdapat banyak kandungan kimia, salah satunya adalah senyawa fenolik dan flavonoid. Buah ini adalah bahan pangan yang kaya akan zat gula, vitamin, mineral dan serat. Dalam beberapa varietasnya, kandungan zat gulanya dapat mencapai 88% dan 12% sisanya terdiri dari kandungan kimia lainnya seperti vitamin, mineral, serat dan lain-lain. Ranum Wanudya menambahkan, kandungan nutrisi yang dimiliki buah kurma cukup banyak disbanding dengan makanan sumber energy lainnya. Buah kurma kaya akan asam amino, asam lemak, berbagai mineral, vitamin dan serat makanan. “Buah kurma juga mengandung senyawa fenolik sehingga memiliki sifat anti bakteri, antioksi dan antijamur,” kata Ranum.
Kandungan senyawa fenolik pada kurma totalnya berkisar antara 10,47 hingga 22,11 mg/100g. Kandungan flavonoid yang terkandung dalam buah kurma antara lain rutin, luteolin, isokuersetin, kuersetin, danapidenin yang berkisar antara 1,22-2,82 mg/100g. Flavonoid adalah keluarga besar senyawa fenolik atau polifenol dengan aplikasi terapeutik yang luas. Quercetin adalah salah satu flavonoi dalam yang paling banyak tersebar.
Hendrianis Syafira menjelaskan, peningkatan stamina dapat terjadi dengan adanya aktivitas efektonik yang ditimbulkan dari infusa buah kurma. Efektonik dapat terjadi dengan adanya efek stimulant dari system saraf pusat yang ditimbulkan dari golongan psikostimu lansia. “Senyawa kimia yang dapat menjadi psikostimulansia atau menstimulasi system saraf adalah alkaloid dan flavonoid,” katanya.
Senyawa flavonoid dikatakan memiliki efek stimulant karena dapat menghambat fosfodiesterase yakni enzim yang memiliki tugas untuk mengubah adenosine monofosfatsiklik menjadi AMP yang akan mengativasi pembentukan glukosa 6 fosfat yang menjadi sumber energy tambahan bagi tubuh dan dapat membuat tubuh menjadi lebih aktif atau berefek stimulan.
Para mahasiswa itu memakai metode infusa dalam penelitiannya, yaitu merendam buah kurma dalam air. Metodeini dipilih karena mempunyai kelebihan seperti mudah dalam pembuatan dan penggunaannya, pelarutnya yaitu air juga tergolong murah dan merupakan pelarut umum yang memiliki polaritas paling besar. Berdasarkan penelitian tersebut disimpulkan bahwa infusa buah kurma mengandung senyawa flavonoid khususnya jenis kuersetin sehingga buah kurma dengan sediaan infusa memiliki potensi untuk menjadi obat peningkat stamina pengganti kafein dan minuman berenergi lainnya. (*/Met)
