Susilo Budi Winarno SH MH: Desa Berdaulat Negara Kuat

share on:
Susilo Budi Winarno pada penutupan sosialisasi desa wisata di Purworejo, Minggu (5/1/2020) || YP/Ist

Yogyapos.com (PURWOREJO) - Negara menggelontorkan anggaran dana yang tak kecil ke desa. Melalui dana desa, anggaran pembangunan yang selama ini jadi permasalahan bisa dipecahkan. Persoalannya kembali kepada visi dan komitmen kepala desa dan warga dalam memberdayakan potensinya. Apabila potensi desa bisa diberdayakan dan dikelola dengan baik, melibatkan berbagai unsur Pentahelix, bukan mustahil desa menjadi berdaulat yang gilirannya menjadikan negara kuat.

Ketua STIE Pariwisata API Yogyakarta, Susilo Budi Winarno SH MH mengatakan hal itu saat menutup roadshow sosialisasi desa wisata di Desa Kemiri, Gebang, Purworejo, Minggu (5/1/2020) sore. Sosialisasi dilaksanakan sejak 2-5 Januari 2020 di sepuluh desa di enam kecamatan secara maraton. Ke sepuluh desa itu adalah Pandanrejo dan Tlogoguwo (Kaligesing), Bapangsari dan Durensari (Bagelen), Pacekelan (Purworejo), Kambangan (Bruno), Kuwurejo dan Karangrejo (Kutoarjo) serta Sidoleren dan Kemiri (Gebang).

 

Lebih lanjut, Susilo menekankan pentingnya melibatkan warga masyarakat dalam beragam program dan kegiatan. "Desa wisata adalah model pembangunan yang mengedepankan strategi partisipatif. Artinya, ini harus menjadi kesadaran seluruh warga, dari warga oleh warga untuk warga,” tandasnya.

Sebagai bentuk komitmen, imbuhnya, STIE Pariwisata API Yogyakarta, menerjunkan tim dosen yang berpengalaman dipimpin oleh Ketua LPM Endang Widayati MM, beranggotakan Tuti Panghastuti SE MM, Endro Isnugroho MSi, Setiawan Priatmoko SET MM, Drs Anwani MSi dan Wahjudi Djaja SS MPd, Yitno Purwoko SE MSi.

Pada masing-masing desa yang didatangi, hadir beragam elemen masyarakat dan kelembagaan seperti Kades dengan perangkat, BPD, Bumdes, Karang Taruna, PKK, Pokdarwis, dan tokoh masyarakat. Kebanyakan desa tersebut berusaha keras untuk mengambil momentum kehadiran bandara baru yang diikuti dengan pembukaan akses jalan, baik tol, ringroad, maupun bedah Menoreh. Ada diantaranya yang masuk dalam program Badan Otorita Borobudur (BOB).

"Ini merupakan peluang emas bagi desa-desa yang dilalui akses jalan. Purworejo bisa menyiapkan diri secara lebih baik dan matang agar dapat menjadi tempat yang nyaman bagi wisatawan yang akan berkunjung,” tandas Endang.

Sosialiasi desa wisata diisi dengan beragam tema yang terkait penyiapan desa dalam memberdayakan potensinya. Antara lain kelembagaan, Sapta Pesona, kajian budaya, manajemen pariwisata dan pemasaran pariwisata. Selain diikuti dengan diskusi dan ramah tamah, juga digelar pentas seni sesuai potensi masinh-masing desa. Kepala Desa Pacekelan, Mulyanto, sangat antusias saat menggelar pentas seni Sewindu Turangga Jiwa Manggala. "Dengan adanya program desa wisata, kami sangat yakin potensi seni budaya bisa terangkat yang berujung pada berjalannya regenerasi dan peningkatan pemasukan warga,” jelasnya. (Iud)

 

 


share on: