Tahun 2021 Terdeteksi 983 Kasus TBC di Sleman, Bupati Resmikan Zero TB

share on:
Bupati Kustini memukul gong menandai peresmian Zero TB Yogyakarta, Pendapa Kapanewon Ngemplak Sleman, Senin (5/9/2022) || YP-Agung Dwi Purwanto

Yogyapos.com (SLEMAN) - Bupati Sleman meresmikan program skrining kesehatan aktif bersama Zero TB Yogyakarta, di Pendapa Kapanewon Ngemplak Sleman, Senin (5/9/2022).

Persesmian ditandai dengan pemukulan Gong. Program ini merupakan kerjasama antara Pemerintah Sleman bersama Universitas Gajah Mada (UGM) khususnya bidang kesehatan.

Kustini Sri berpesan bahaya TBC masih menjadi tantangan kesehatan yang dapat menggagu produkvitas, warga Sleman bahkan menyebabkan kematian. Melalui kerja sama ini Kustini berharap agar masyarakat Kabupaten Sleman semakin mengenal bahaya TBC dan mengikuti skrining kesehatan yang difasilitasi Zero TB Yogyakarta, sehingga bagi warga yang terdeteksi TBC bisa segera diobati  dan sembuh.

“Saya berharap melalui program Zero TB Goes to Sleman ini, masyarakat benar benar dapat memperoleh kemudahan pemeriksaan sehingga dapat dikakukan investigasi kontak, harapanya program Zero TB to Sleman ini dapat mendukung eliminasi tuberculosis,” ujar Kustini.

Sementara itu, dr Triasih SpA(K) selaku direktur Zero TB Yogyakarta menyampaikan apreasiasi pada Pemerintah Kabupaten Sleman cq Dinas Kesehatan yang telah mengemas Zero TB secara terpadu dengan skrining kesehatan lainnya dalam rangkaian Hari Kesehatan Nasional serta dapat menghadirkan para pemangku kebijakan daerah, tokoh masyarakat, organisasi profesi kesehatan dan Perhimpunan RS Wilayah DIY untuk mendukung program ZerobTB sebagai eliminasi TBC di Kabupaten Sleman.

Lebih lanjut Rina Triasih menyampaikan, Zero TB Yogyakarta adalah sebuah inisiatif penanggulangan TBC yang berlandaskan tiga elemen yakni, penemuan kasus secara aktif, pengobatan yang efektif dan pencegahan TBC pada  kontak serumah dengan penderita.

“Inisiatif ini bertujuan untuk menurunkan kasus TBC di Daerah Istimewa Yogyakarta dengan menyusun dan melaksanakan kegiatan konprehensif  dan melibatkan multi sektor,” kata Rina Triasih. 

Selain itu bahwa target yang ingin dicapai penurunan kasus TBC hingga 50 persen dalam waktu lima tahun. Program ini telah dimulai sejak tahun 2020 di kota Yogyakarta serta Kabupaten Kulonprogo hingga berlanjut di Sleman. 

Kepala Dinas Kesehatan Sleman dr Cahya Purnama MKes, meyampaikan sebagai daerah dengan penduduk terbesar di DIY, dengan 1.087.339 jiwa (smester 1 2021), TBC hingga kini menjadi salah satu prioritas masalah kesehatan yang masih belum dapat dituntas.

Data Dinas Kesehatan Sleman tahun 2017-2019 menunjukan angka kesakitan TBC terus meningkat. Tahun 2020-2021 temuan kasus menurun karena pengaruh pandemi Covid-19 yang menyebabkan kegiatan aktif untuk menemukan kasus TBC terkendala. Realisasi penemuan kasus dan pengobatan TBC di Kabupaten Sleman pada tahun 2021 baru mencapai 983 kasus, lebih rendah dari target Kementrian Kesehatan yakni sebesar 2546 kasus. (Agn)

 

 


share on: