Teguh Santoso dan Yose Rizal Dukung Tradisi Kupatan Jalasutra

share on:
Anggota DPRD Bantul Teguh Santoso terima potongan tumpeng tradisi Kupatan Jalasutra || YP-Supardi

Yogyapos.com (BANTUL) - Anggota DPRD Kabupaten Bantul Fraksi Partai Golkar  Kabupaten Bantul, Teguh Santoso SE bersama Anggota DPRD DIY Fraksi Partai Gerindra DIY, H Yose Rizal mendukung upaya pelestarian dan pengembangan tradisional religi kupatan, di Makam Eyang Ismoyo di Padukuhan Kepuh Kalurahan Srimulyo Kapanewon Piyungan Bantul.

"Tradisi kupatan ini penting bagi masyarakat. Mari kita lestarikan,” tutur Anggota Teguh Santoso SE, dalam sambutannya pada upacara tradisi kupatan di Makam Eyang Ismoyo Padukuhan Kepuh, Piyungan, Selasa  (12/9/2022).

Di hadapan seribuan warga, Teguh yang juga warga Kepuh mengungkapkan,  tradisi kupatan merupakan wujud syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa. Diharapkan bisa mendatangkan anugrah kesehatan, rezeki dan kerukunan warga. Selain itu  warga juga dijauhkan dari mala petaka dan mendapatkan keselamatan.

“Saya bertekad membantu, mendampingi, memediasi dan memfasilitasi warga agar tradisi kupatan tetap lestari dan nantinya semaki meriah dan hitmat," sambunya.

Sebagai salah satu upaya untuk  memudahkan warga dalam  mengakses danais untuk  pelestatain dan pengembangan tradisi kupatan, maka acara  kali ini juga dihadiri Anggota DPRD  DIY Yose Rizal.

Yose Rizal, menyatakian harapkannya agar warga rajin mengajukan proposal mengakses danais untuk pelestaraian dan pengembagan seni budaya termasuk yang berkaitan denagan tradisi kupatan.

“Dewan merupakan pihak yang menyetujui penganggaran. Maka saya akan membantu penjenengan sedoyo terkait dengan itu,” kata Yose .

Menurut Sesepuh warga yang juga Juru Kunci Makam Eyang Ismoyo, Pujo Pawiro (80), kupatan ini merupakan tradisi. Sedagkan Eyang Ismoyo adalah tokoh yang ada hubungannya dengan Sunan Geseng yang dimakamkan di Makam Jolosutro Srimulyo Piyungan Bantul.

Tentang prosesi tradisi kupatan ini sendiri yaitu meliputi kenduri dan doa bersama  dilanjutkan dengan pembagian kembol bujono (makam bersama) uborampe kenduri.

Untuk mendukung, menyemarakan, menghibur warga dan melestarikan kesenian tradisional, maka di dusun ini juga diadakan pentas jatilan pada Minggu (11/9) dan Senin (12/7). Pentas Jatilan pada Senin (12/9) ditonton ribuan orang. (Spd)

 

 

 


share on: