Temuan Dinas Peternakan Bantul: 23 Ekor Sapi Terpapar PMK

share on:
Petugas Dinas Peternakan Bantul lakukan pemeriksaan di kandang ternak warga || YP-st

Yogyapos.com (BANTUL) - Meski sempat reda, kasus Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) yang menyerang ternak sapi harus tetap diwaspadai. Terbukti di awal 2026 ini PMK kembali merebak sebagaimana temuan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Bantul.

BACA JUGA: Hogi Lepas dari Jerat Hukum, Teguh Sri Rahardjo: Klien Kami Legawa, Tak Tuntut Ganti Rugi

‎"Selama bulan Januari 2026 ini sudah ada dua dari 23 sapi yang mati akibat PMK. Sebanyak 12 ekor lainnya berhasil disembuhkan, dan sisanya 9 ekor tengah dalam pemulihan Kesehatan," kata Kepala DKPP Bantul, Joko Waluyo, Sabtu (31/1/2026).

BACA JUGA: Hogi, Tiga Hari Bergelang GPS di Kaki dan Harapannya Kini

‎Menurutnya untuk mencegah ternak terpapar PMK, DKPP Bantul mulai bulan Januari hingga Maret 2026 akan mendiskusikan 6.000 dosis vaksin PMK untuk tahap pertama. Harapannya dengan vaksinasi PMK gratis ini bisa mencegah ternak tertular PMK.

‎"Fokus vaksinasi PMK gratis kepada ternak sapi terutama yang ada di kandang kelompok," ucapnya.

BACA JUGA: MSC Yogyakarta Seri 2 2025-2026 Focus Mencari 16 Pemain Terbaik

‎Lebih lanjut Joko mengatakan pihaknya berharap kepada peternak untuk menjaga kebersihan kandang dan lingkungan kandang, memberikan tambahan vitamin dan obat-obatan pada ternak hingga melakukan karantina pada ternak yang baru dibeli sebelum dijadikan satu dengan ternak sapi yang lama.

BACA JUGA: Danrem 072/Pmk: Jenderal Besar HM Soeharto Tetap Jadi Inspirasi Prajurit

‎"Lalu lintas kendaraan yang membawa ternak baik keluar masuk kandang sebaiknya disemprot dengan desinfektan," tuturnya.

‎Ketua Kelompok Ternak 45, Depok, Kalurahan Parangtritis, Kapanewon Kretek, Kabupaten Bantul mengatakan pada Kamis (29/1/2026) DKPP Bantul telah melakukan vaksinasi ternak sapi dan hanya ada tiga ternak sapi yang tidak divaksin atas permintaan dari pemilik ternak. 

BACA JUGA: Harlah 100 Tahun, Gus Hilmy: NU Harus Terus Relevan

‎"Ada sekitar 80an populasi sapi dan hanya tiga yang tidak divaksin atas permintaan pemilik ternak. Ada ternak sapi yang sedang bunting sehingga takut ketika akan divaksin PMK," ujarnya. 

BACA JUGA: PT JMS Mitra Strategis Jasa Pengamanan dan Pengelolaan SDM Profesional Terpercaya

‎Awal berharap setelah ternak sapi mendapatkan vaksin PMK tidak ada ternak sapi yang terpapar seperti tahun 2025 yang lalu. Apalagi kata Awal beberapa bulan lagi ada Idul Kurban sehingga harga jual sapi tidak anjlok.  (*)


share on: