Tersedia di Omah Kriuk: Kue Gumpur Merambah Yogyakarta

share on:
Tiga kemasan tiga rasa, cocok untuk pelengkap menikmati minum teh atau kopi || YP/Dok

Yogyapos.com (YOGYA) - Camilan baru yang bisa menjadi oleh-oleh bagi wisatawan yang berkujung ke Yogyakarta kini hadir ditengah masyarakat. Produk camilan tersebut adalah Kue Gumpur.

“Gumpur itu akronim dari kata  Gumiwang – Singapur. Terbuat dari terigu, wijen, gula dan garam,” ujar Ny. Yuningsih Purwoastuti, pemilik Omah Kriuk Jogjakarta yang memproduksi Kue Gumpur.

Ketika ditemui di gerainya Jalan Ringin Putih, Tinalan, Prenggan, Kotagede Yogyakarta, Yuyun , begitu Ny. Yuningsih biasa dipanggil, mengatakan camilan Gumpur setahun belakangan ini mulai merambah Kota Yogyakarta. Walaupun penyebaran kue gumpur masih sebatas melalui media online, namun permintaan terus meningkat. “Sebagai camilan baru di Yogyakarta ini, gumpur banyak diterima masyarakat, terutama mereka yang hobi nyamil,” ujar Yuningsih.

Yuyun menjelaskan sebelum merambah ke masyarakat luas, awalnya kue gumpur hanya hadir di saat lebaran. Distribusi penjualan masih sebatas di wilayah Wonosobo sebagai kue lebaran. “Gumpur itu industri rumah tangga di Wonosobo yang banyak saat lebaran saja. Di luar musim lebaran, permintaan hanya beberapa saja. Namun sejak setahun lalu, kita memasarkan tak hanya musim lebaran dan berjalan dengan baik. Penggemarnya terus bertambah,” terangnya.

Tentang sejarah kue gumpur, Yuyun mengatakan, keberadaan kue gumpur di Wonosobo sebenarnya sudah sejak tahun 2001. Berawal dari seorang tenaga kerja wanita (TKW) yang setiap hari membantu majikannya di Singapura membuat kue. Jajanan bernama gumpur itu tercipta ketika TKW asal Wonosobo pulang dari Singapura mencoba mengembang usaha di rumahnya.

“Hasil uji coba dengan berbagai varian yang disesuaikan dengan lidah orang Jawa akhirnya pembuatan camilan adonan terigum wijen gula garam itu pun berhasil. Aslinya di Singapura itu namanya kue layang, namun karena sudah dimodivikasi oleh orang Gumiwang, maka dinamai Gumpur artinya Gumiwang Singapur),” paparnya.

Ada tiga varian rasa dari gurih kue gumpur, yaitu manis, asin dan pedas. Konsumen banyak menerima kue gumpulan sebagai camilan karena renyah dan enak. Kue gumpur sering digunakan sebagai alternatif oleh-oleh di saat berwisata di Yogyakarta. “Walaupun masih belum masuk outlet oleh-oleh, namun wisatawan sering membeli melalui online. Begitu ada order kita antar ke konsumen yang membutuhkan,” pungkasnya. (Tor)

 


share on: