Yogyapos.com (SLEMAN) – Sebagai upaya mewujudkan keseimbangan dunia pendidikan dan dunia usaha, tiga Perguruan Tinggi Vokasi (PTV) di DIY masing-masing Sekolah Vokasi UGM, Fakultas Vokasi UNY dan Akademi Komunitas Negeri Seni Budaya (AKN SB) Yogyakarta menjalin kerjasama kemitraan Vokasi–Dunia Usaha Dunia Industri (DUDI) dengan Pemda DIY.
BACA JUGA: Akhmad Syaikhu Instruksikan Seluruh Kadernya Menangkan Anies Baswedan-Muhaimin di Pilpres 2024
Peluncuran kerjasama tersebut berlangsung di Ballroom Teaching Industry Learning Center Sekolah Vokasi UGM, Rabu (20/9/2023), ditandai dengan pemukulan gong oleh Uuf Brajawidagda ST MT PhD selaku Plt Direktur Kemitraan dan Penyelarasan DUDI. Acara dilanjutkan dengan diskusi interaktif dengan beberapa narasumber, Robby Kusumaharta (Wakil Ketua Umum Bidang Organisasi dan Keanggotaan KADIN DIY), Aria Nugrahadi ST MEng (Kepala Disnaker DIY), dan Dr Didik Wardaya SE MPd (Kepala Disdikpora DIY).
BACA JUGA: Jokowi Ngaku Pegang Data Inteljen Terkait Parpol, Gus Hilmy: Maksudnya Buat Nakut-nakuti?
Uuf Brajawidagda menyampaikan, kebijakan Merdeka Belajar yang digagas oleh Kemendikbudristek Dikti secara langsung maupun tak langsung telah membuka sekat-sekat kelembagaan antara Perguruan Tinggi Vokasi dengan dunia industri. Terlebih lagi, memasuki era disrupsi banyak hal yang telah berubah sehingga PTV perlu menyesuaikan diri dengan dunia luar.
“Banyak pertanyaan yang muncul sehubungan dengan hal ini, tetapi setidaknya kita bisa memulai dengan satu langkah kecil sinergi,” ujarnya.
BACA JUGA: Pasca Dideklarasikan PKS, Anies: Koalisi Makin Solid Mengusung Misi Perubahan
Ditambahkan Uuf, Program kerjasama PTV dengan dunia usaha ini didanai oleh LPDP selama 3 tahun dengan skema dana penelitian sehingga nanti dapat melahirkan sejumlah inovasi yang relevan dengan kebijakan masing-masing daerah.
Program ini diluncurkan dengan semangat kolaborasi sehingga pihaknya meminta agar para pengelola PTV dapat duduk bersama sehingga langkah awal ini diharapkan dapat menjadi sebuah gerakan yang lebih besar.
BACA JUGA: Mahasiswa FH UII Edukasi Masyarakat agar Stop Aksi PMKH
Adapun realisasi dari program ini bisa dilakukan melalui sebuah penelitian dan yang kedua melalui perencanaan inovasi. Untuk itu perku adanya sinergi antar PTV dan nantinya melibatkan kelompok pemangku kepentingan lainnya seperti industri, KADIN dan lain-lain.
Dr Wiryanta ST MT dan Rais Faisal Ahyar ST Meng || YP-Sulistyawan Dibyosuwarno
Program ini mencakup 27 propinsi sehingga nantinya akan muncul beberapa kelompok daerah. Ditargetkan untuk tahun pertama ini sudah muncul potret masing-masing wilayah sehingga arah Pendidikan vokasional dapat ditentukan.
BACA JUGA: Penyidik Kejati DIY Periksa 6 Notaris Terkait Kasus TKD Caturtunggal, Ini Inisialnya
Sementara itu, Koordinator Tim Riset Akademi Komunitas Negeri Seni Budaya Yogyakarta Rais Faisal Ahyar ST MEng menyampaikan, sebelum peluncuran secara resmi kerjasama antara PTV dengan dunia industri ini diawali dengan sebuah diskusi panjang antar pengelola lembaga PTV. Jika kemudian terpilih 3 PTV hal itu semata-mata karena 3 PTV ini yang dinilai siap untuk menjalankan program yang diamanatkan oleh pemerintah.
”Dari hasil diskusi antara 3 PTV ini ternyata ditemukan banyak potensi yang bisa dikerjasamakan. Misalnya untuk yang berkaitan dengan seni budaya, dapat diisi oleh kami yang memang fokus dibidang seni dan budaya. Begitu juga sebaliknya, sehingga identitas lokalitas itu akan muncul. Kerjasama ini nantinya bertujuan untuk menggerakkan dan memajukan perekonomian di Yogyakarta,” ujarnya.
BACA JUGA: Dr Syahganda Nainggolan : Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar untuk Perubahan dan Persatuan
Sedangkan Wakil Dekan Sekolah Vokasi UGM Bidang Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat DrWiryanto ST MT menyampaikan, program ini dilakukan untuk menciptakan program yang harmonis secara untuk menciptakan ekosistem sehingga tercipta suasana yang ideal. Oleh karena itu, Kerjasama ini dimaknai sebagai sebuah wadah kerjasama dan Sekolah Vokasi bertugas menjadi koordinator dalam program ini.
“Kita ini berupaya untuk saling mengisi berdasarkan hasil diskusi antar para pengelola aja,” terang Wiryanta. (Sulistyawan Dibyosuwarno)
