TK ABA Serayu Bantul Bimbing Siswa Mengenal Buku Tangkal Pengaruh Gadget

share on:
Siswa TK Aba Serayu Bantul sangat antusias menikmati buku-buku di perpustakaan || YP/Mufti

Yogyapos.com (BANTUL) - Perpustakaan bukan sekadar tempat membaca. Namun fungsi perpustakaan lebih berkembang memfasilitasi berbagai kebutuhan masyarakat. Saat ini tidak hanya buku dapat ditemukan di perpustakaan. Selain ruang relative nyaman ber-AC, pendukung seperti ruang baca outdoor, alat  permainan edukatif, pemutaran film, hingga sarana hiburan lainnya pun tersedia. Hal itu menjadi daya tarik tersendiri terutama bagi anak-anak, sebagaimana melatar belakangi kunjungan TK ABA Serayu Bantul ke Perpustakaan Daerah (Perpusda).

Kepala TK ABA Serayu Bantul, Siti Zamtuti SPd saatditemui yogyapos.com, Jumat (31/1/2020) di sela kegiatan mengenalkan buku pada anak mengatakan bahwa setiap tahun pihaknya memiliki program di luar lingkungan sekolah. Setidaknya sekali dalam satu semester sekolah mengadakan kunjungan, misalnya keperpustakaan, museum, atau tempat-tempat edukatif lainnya.

“Kali ini kami mengajak anak-anak ke Perpusda Bantul karena tempatnya cukupbagus, nyaman, dan menunjang buat pembelajaran,” terang Zamtuti.

Dia melanjutkan, tujuan kunjungan adalah agar anak-anak mengenal perpustakaan. Di samping itu, supaya mereka juga suka buku sehingga tumbuh minat bacanya. Apabila nanti menempuh pendidikan di tingkat lanjut mereka akan terbiasa memanfaatkan perpustakaan sebaik-baiknya.

“Tentunya untuk mencari ilmu pengetahuan maupun informasi-informasi pendukung pembelajaran mereka,” ujarnya.

Kunjungan ke Perpusda Bantul menurut Zamtuti sudah dilaksanakannya sebanyak dua kali. Pertama 2019 lalu,kemudianawal 2020 ini merupakan kunjungan kedua kalinya.Kunjungan di akhir Januari ini,dirinya mengajak 65 orang anak terdiridari TPA, TK, dan kelompo kbermain. Ketiga kelompok usia tersebut diajaknya mengingat TK ABA Serayu merupakan sekolah terpadu.

“Selain guru pendamping, ada 40 orangtua/wali turut  serta. Namun mereka hanya mengantar sampai di luarsaja, tidak mendampingi anak saat kegiatan berlangsung. Kecuali anak yang masih rewel dan perlu perhatian,” tambahnya.

Zamtuti memaparkan,setelah bermain dengan beberapa alat permainan di ruangbaca outdoor perpustakaan, anak-anak diajak menuju ruang koleksi. Di ruangkoleksi khusus anak itu guru dan pustakawan setempat membimbing sekaligus mengenalkan buku, belajar huruf, dibacakan cerita, kadang memainkan beberapa permainan sederhana.

Selanjutnya di ruang pertemuan lantai III, Perpusda juga menayangkan film zaman pra sejarah menceritakan tentang dinosaurus. Anak-anak yang belum pernah melihat tayangan dinosaurus akan mengetahui keberadaan binatang purba di masalalu. Sedangkan bila sudah pernah menontonnya, ingat ananak-anak pasti terbuka kembali.

“Pemutaran fim edukatif seperti disajikan Perpusdaini sangat memberi manfaat wawasan serta pengetahuan anak,” tuturnya

Sebagai insan pendidik, Zamtuti berharap kunjungan keperpustakaan menumbuhkan rasa cinta anak-anak terhadap buku. Apalagi anak-anak sering melihat tayangan-tayangan televisi yang kurang mendidik bagi perkembangan. Begitu pula adanya telepon pintar (hape) berpotensi memberikan dampak buruk pada anak apabila orangtua tidak memberikan pengawasan ketat.

“Karena itulah,saya memprogramkan kunjungan secara rutin ke tempat-tempat yang tepat untuk menunjang pembelajaran sekaligus perkembangan anak. Anak-anak dapat bermain sambil belajar, ya seperti di perpustakaan ini,” katanya sambil berpamitan.(Muf)


share on: