Yogyapos.com (SLEMAN) - Pengelolaan SMK 17 Sayegan dibawah Yayasan Pengembangan Pendidikan Tujuh Belas Yogyakarta, risau. Pasalnya sejumlah aset berupa bangunan yang bakal terdampak proyek Jalan Tol Yogya-Bawen sesi ini, hingga kini belum beroleh titik terang nasibnya.
Pantauan yogyapos.com di lokasi, sekolah yang terletak di Padukuhan Mranggen, Kelurahan Margodadi, Kapanewon Seyegan, nampak sejumlah patok warna yang ditandai warna merah telah tertancap disejumlah titik.
“Kemarin sekitar minggu lalu sudah dicek oleh tim yang terkena dampak dari aset kami, kalau lebih jelasnya apakah jadinya direlokasi atau tetap di sini, itu yang sampai saat ini belum kita dapatkan keputusan yang jelas,” terang Kepala Sekolah SMK 17 Sayegan, Dra Eny Pujiasri MM kepada yogyapos.com, di ruang kerjanya, Rabu (31/3/2021).
Pihaknya, telah melayangkan surat permohonan yang berisikan opsi ditujukan kepada Pejabat Pembuat Komitmen pengadaan tanah Jalan Tol Yogya-Bawen usai digelar digelar sosialisasi pada Agustus 2020 di Balai Kalurahan Margodadi.
“Sesuai kesepakatan kami terkait dengan dampak, akhirnya kami melakukan koordinasi dengan pihak yayasan, komite sekolah, managemen sekolah dan pihak desa, akhirnya kami sepakat membuat opsi, yang pertama yaitu relokasi karena pihak desa sudah menyiapkan lokasi yang kedua tetap di sini dengan catatan ruas jalan yang dibangun agak bergeser atau dibelokkan,” terangnya.
BACA JUGA: https://yogyapos.com/berita-pelaksana-proyek-tol-yogyabawen-mulai-bangun-dinding-box-underpass-7593
Katanya lagi, bangunan sekolah itu berdiri diatas tanah kas desa (TKD) Margodadi, luasnya mencapai 800 meter persegi dan dibangun oleh pihak yayasan, sekitar 30 persen dari keseluruhan bangunan.
“Sesuai rencana pembangunan jalan tol, aset kami yang terdampak diantaranya, paling barat ruang laboratorium dua lantai yaitu yang bawah laboratorium pemasaran dan TKJ dan yang atas laboratorium komputer khusus akutansi tempat parkir siswa, kantin, toko, dapur, ruang UKS, ruang teori dan sebagian bangunan bertingkat yang ada di bagian depan,” jelasnya.
BACA JUGA: https://yogyapos.com/berita-joglo-berumur-ratusan-tahun-bakal-tergusur-proyek-tol-4075
Seandainya ada keputusan final yang menyatakan sekolah tetap di sini, ungkap dia, pihaknya akan segera mempersiapkan upaya agar proses kegiatan belajar mengajar dapat berjalan tanpa kendala.
BACA JUGA: https://yogyapos.com/berita-tergusur-proyek-tol-yogyabawen-sdn-nglarang-siapkan-lahan-pengganti-4246
“Di sini ada 152 siswa siswi dengan 3 jurusan, kalau sekarang mungkin ngak bermasalah karena masih belajar daring, tapi kalau nanti sudah KBM tentunya menjadi terganggu, kami sudah ancang-ancang memikirkan hal itu. Kami berharap segera ada kejelasan,” tuturnya. (Eko Purwono)
