Yogyapos.com (BANTUL) - Ribuan warga menyaksikan upacara tradisional Kupatan Jolosutro, di Dusun Jolosutro Kalurahan Srimulyo Kapanewon Piyungan Kabupaten Bantul DIY, Senin (12/9/2022).
Serangkaian prosesi masing-masing bregodho prajurit dari 22 dusun, mengkirabkan uborampe dan gunungan ke Lapangan Jolosutro untuk mengikuti upacara. Prosesinya meliputi gelar tarian dan kirab keliling lapangan. Potong kupat oleh Kepala Kundha Kabudayan DIY Endang Widuri bersama Kepala Kundha Kubudayan Bantul Nugroho Eko Susanto, Anggota DPRD Bantul Teguh Santoso, Forkompimcam Piyungan dan Lurah Srimulyo Ngajiran.
BACA JUGA: https://yogyapos.com/berita-panjang-ilang-tradisi-bersyukur-yang-masih-lestari-di-gunungkidul-2240
Kupat yang akan dipotong juga dikirabkan terlebih dahulu oleh para petugas dilengkapi dengan duplikasi berupa alat jolosutro (alat jala ikan terbuat dari sutera), Sunan Geseng dan penderek (asistennya). Setelah itu kupat berukuran besar diserah terimakan dan dipotong. Ini bermakna untuk syukur kepada Allah SWT guna mencapai kemakmuran dan keselamatan bersama.
Setelah dilakukan kirab, pentas tari dan pemotongan kupat, uborampe berikut gunungan kembali dikirabkan menuju ke Makam Jolosutro yaitu makam Ki Sunan Geseng yang berada di Obyek Wisata Bukit Tinatar. Di tempat ini Gunungan dan uborampe dletakan untuk diperebutkan masyarakat.
Endang Widuri dalam sambutannya, mengatakan menyambut positif dan mendukung diadakannya tradisi kupatan Jolosutro. Untuk mendukung seni budaya tradisional di sini, maka Pemda DIY segera menyalurkan bantuan berupa seperangkat "gongso" (alat musik jawa) untuk wilayah Srimulyo.
Detik-detik pemotongan kupat tradisi Kupatan Jalasutra || YP-Supardi
Sementara itu, Lurah Ngajiran, mengatakan Srimulyo merupakan Desa Wisata dan Desa Budaya. Jumlah destinasi wisatanya ada 23, dua diantaranya Bukit Tinatar dan Puncak Bucu.
“Dalam waktu dekat dan masih dalam proses pencairan, Srimulyo juga akan dibantu untuk membangun Balai Kebudayaan Srimulyo sebesar Rp 2,5 Miliar dari Pemerintah DIY,” jelasnya.
Disela menghadiri acara ini, Teguh Santoso, mengatakan pihaknya ikut berupaya aktif positif untuk kelestarian upacara di tradisional Jolosutro.
“Kelestarain Budoyo Menongko Pikukuh lan Kocaraning Bangso atau Keletarian Kebudayaan merupakan penguat dan terkenalnya bangsa. Saya akan berupaya memberikan dukungan sesuai kapasitas selaku anggota DPRD,” kata Teguh.
Untuk menyemarakkan tradisi ini beberapa hari terakhir ini juga diadakan mujahadah, pentas jatilan serta berbagai tarian di Lapangan Jolosutro. (Spd)
