Yogyapos.com (YOGYA) - Universitas Kristen Duta Wacana (UKDW) Yogyakarta bekerjasama dengan Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta (UPNVJ) mengadakan Info Session & Alumni Sharing dengan tema “Study in Germany” pada hari Rabu, 3 Maret 2021. Kegiatan diselenggarakan secara daring, melalui aplikasi Zoom diikuti oleh 143 peserta yang berasal dari perguruan tinggi seluruh Indonesia dan dapat disaksikan secara live streaming lewat kanal Youtube UKDW Yogyakarta.
Info session diisi oleh Ms Muji Rahayu selaku Program Officer Deutscher Akademischer Austauschdienst (DAAD) yang membawakan materi terkait kesempatan belajar dan meraih beasiswa untuk studi di Jerman. Sementara sesi kedua tentang alumni sharing terkait tips tinggal dan belajar di Jermandiisi oleh Dr. Bambang Susanto dari UPNVJ, Dr Gregorius Sri Wuryanto dari UKDW Yogyakarta, dan Dr Shiska Prabawaningtyas dari Universitas Paramadina.
Dalam kesempatan tersebut, Muji Rahayu menjelaskan bahwa sistem pendidikan tinggi di Jerman memiliki tiga tipe pendidikan, yang pertama university, tipe ini lebih berorientasi pada riset dan menawarkan berbagai macam program studi yang fokus padapenelitian, pengembangan teori, dan metodologi. Kedua, university of applied sciences, dimana mayoritas dan orientasi lebih pada praktik dan pembuatan atau pengelolaan aplikasi. Ketiga, colleges of arts and music, tipe ini lebih fokus pada bidangseni.
“Pemerintah Jerman memberikan beasiswa untuk berkuliah di Jerman, salah satunya melalui lembaga DAAD. Jumlah mahasiswa penerima beasiswa DAAD selalu mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. Indonesia termasuk 25 besar negara penyumbang mahasiswa asing di Jerman,” tuturnya.
Pada sesi kedua, Dr Gregorius Sri Wuryantodari UKDW Yogyakarta membagikan pengalamannya selama menyelesaikan studi di Jerman. Gregorius mengaku mendapatkan beasiswa DAAD periode 2010-2014 untuk program doktoral, dan kunci untuk menyelesaikan studi adalah topik penelitian harus sudah matang dan sesuai dengan bidang ilmu professor terkait. Selain itu penguasaan bahasa Jerman juga harusdi perhatikan.
Sementara itu Dr Shiska Prabawaningtyas dari Universitas Paramadina mengungkapkan bahwa standar sistem pendidikan Jerman sangat ketat sehingga kelengkapan dokumen harus diperhatikan. Sedangkan oleh Dr Bambang Susanto dari UPNVJ yang juga menjabat sebagai Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di Hamburg mengatakan bahwa pada umumnya orang Jermansuka dengan orang Indonesia yang ramah dan multietnis.
“Saya pernah menerima mahasiswa magang di KJRI. Silahkan mengajukan untuk magang di KJRI. Perwakilan pasti bisa menerima tetapi memang tidak ada kompensasi apapun seperti honor. Kita akan sediakan tempat dan kesempatan untuk aktif di kegiatan-kegiatan KJRI. Silahkan kirim surat dari institusi dan sampaikan keinginannya,” terangnya.
Info Session & Alumni Sharing ini merupakan salah satu dari rangkaian acara Edu Fair 2021 yang digelar secara daring pada tanggal 26 Februari 2021–12 Maret 2021. Edu Fair ini diselenggarakan oleh Kantor Urusan Internasional (KUI) Indonesia bekerjasama dengan 13 perguruan tinggi negeri maupun swasta yang tergabung dalam forum KUI Indonesia. Ketiga belas perguruan tinggi tersebut adalah UKDW Yogyakarta, UPNVJ, Universitas Gajah Mada (UGM) Yogyakarta, Universitas Muhammadiyah Surabaya (UMSB), Universitas Airlangga (UNAIR) Surabaya, Universitas Negeri Semarang (UNNES), UnikaAtma Jaya Jakarta, Universitas Kristen Maranatha Bandung, Universitas Sumatera Utara (USU), Universitas Kristen KridaWacana (UKRIDA) Jakarta, Politeknik Negeri Tanah Laut (Politala) Kalimantan Selatan, Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta, dan Universitas Ciputra Surabaya. (*/Met)
