UKDW Yogya Kembangkan Kerjasama dengan Faculty of Applied Sciences WNU Norwegia

share on:
Kampus UKDW di Jalan Dr Wahidin Yogyakarta || YO-Ist

Yogyapos.com (YOGYA) - Fakultas Bisnis Universitas Kristen Duta Wacana (UKDW) mengembangkan kerjasama dengan Faculty of Applied Sciences Western Norway University (WNU) Norwegia. Penandatangan kerjasama dilakukan secara online oleh Reidar Gronli Manager Western Norway University of Applied Sciences dan Dr Perminas Pangeran Dekan Fakultas Bisnis Universitas Kristen Duta Wacana.

Drs Purnawan Hardiyanto MEcDev selaku Direktur Pusat Studi Ekonomi dan Bisnis (PSEB) Fakultas Bisnis UKDW Yogyakarta yang terlibat dalam melakukan perintisan kerjasama menyatakan, kerjasama ini sebagai pengejewantahan dari dukungan dan partisipasi aktif dunia akademis bersinergi secara terpadu dan berkesinambungan dengan Pelaku Usaha di bidang Energi Baru dan Terbarukan (EBT) antara perusahaan Indonesia, PT. El Rose Brothers dengan perusahaan Norwegia yang tergabung dalam  Hellenes House of Technology.

“Penandatanganan kerjasma ini sudah berlangsung pada 19 Januari yang lalu,” ujarnya, Senin (25/1/2021).

Adapun lingkup kerjasama kedua universitas yang didukung oleh NOREC (Norwegian Exchange-Lembaga Pemerintah Norwegia) meliputi penelitian danpengembangan (Litbang), Prototype, hingga tahapan komersial, dimana kegiatan tersebut akan berlokasi di SUKATA Innoville, Baron,Gunung Kidul, Yogyakarta.

Kerjasama antar universitas ini sekaligus merupakan wahana proses transfer teknologi dan menjadi bagian kolaborasi stakeholder phentahelix, yaitu sinergi  antara akademisi, bisnis, komunitas, pemerintah, dan media.

Kerjasama antar universitas lintas negara dan benua ini meliputi pertukaran mahasiswa dan dosen untuk menunjang penelitian dan pengembangan bersama dibidang  energi baru terbarukan (EBT), ekonomi, bisnis, dan sosiologi yang mengacu pada nilai-nilai kearifan lokal khususnya Yogyakarta beserta kajian dampak dari penerapannya.

Kedua universitas tersebut juga menyepakati bahwa kerjasama ini akan melibatkan stake holder terkait dari kedua negara secara aktif dimana hal tersebut merupakan pengejewantahan dari gagasan "Blue Green Movement" pada tatanan kegiatan riil di Yogyakarta,Indonesia dan juga di Bergen, Norwegia. (*/Met)

      

 


share on: