Yogyapos.com (BANTUL) - Sebanyak 18 peserta mengikuti sumpah Program Profesi Insinyur di Gedung AR Fakhrudin Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Senin (6/1). Pelantikan pengambilan sumpah dipimpin oleh Rektor UMY Dr Ir Gunawan Budiyanto MP, didampingi Dosen Profesi Insinyur Dr Ir Gatot Supangkat MP.IPM serta Ir Rudy Purwondho MSc MBA selaku Sekretaris Tim Ahli Keinsyinyuran Kemenristek Dikti.
Rektor UMY mengatakan, prodi profesi insinyur di UMY ingin mencetak SDM unggul yang berdaya saing global, sesuai dengan tataran ilmu pengetahuan dan teknologi bidang keinsinyuran berdasar nilai Islam untuk kemaslahatan umat.
“UMY concern menyelenggarakan program profesi insinyur secara profesional, unggul dan Islami untuk peningkatan kesejahteraan umat. Kami juga berperan sebagai corong pusat pengembangan Muhammadiyah di bidang keinsinyuran untuk mewujudkan masyarakat yang berkemajuan. Dan upaya tersebut harus diselaraskan dengan peningkatan kerjasama dengan instansi terkait, stake holder, serta ekosistem industri. Baik itu skala regional, nasional ataupun internasional,” jelas Gunawan Budiyanto.
Sementara Dosen Profesi Insinyur UMY menambahkan, program ini untuk meningkatkan kompetensi sarjana teknik, sarjana terapan bidang teknik dan sarjana pertanian agar mampu menjadi insinyur berdaya saing pada level nasional bahkan internasional.
“Didirikannya Program Profesi Insinyur ini dalam rangka menghasilkan Sarjana Teknik yang mampu bersaing secara profesional dengan insinyur-insinyur dari negara lain dalam menghadapi Asean Economic Community serta menuju era Revolusi Industri 4.0. Program ini melalui dua jalur. Yakni Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) yang ditempuh selama 1 semester. Serta jalur Reguler yang memakan waktu 2 semester. Kode etik dan etika profesi insinyur sangat kami junjung, serta integritas dan profesionalisme,” ungkap Gatot Supangkat.
Adapun Ir Rudy Purwondho dalam open speechnya mengungkapkan, menghadapi era Revolusi Industri 4.0, ada sejumlah aspek pada iklim inovasi yang perlu dibangun. Mulai dari transformasi peradaban iptek, adopsi teknologi mutakhir global, entrepreneurship teknologi, kreativitas dan inovasi, serta keberpihakan pada produk Keinsinyuran nasional.
“Ada sejumlah elemen penting dalam integrasi pada revolusi industri 4.0. Dari integrasi unit produksi, integrasi horizontal, integrasi vertikal dan integrasi modifikasi. Dan hal ini yang menjadi tantangan bagi profesi insinyur. Selain harus ada pemutakhiran dan pengembangan yang semakin kompleks, perlu juga teknologi engineering dari beragam sumber. Yang tidak kalah penting adalah melakukan up grade skill SDM,” kata Rudy Purwondho. (Dol)
