Upacara Kebo Ketan VII Rekatkan Kohesi Sosial, Hari Ini Mulai Digelar

share on:
Lukisan arang Budiyono Kampret mulai menghiasi panggung dan Lapangan Sekaralas || YP-Ist

UPACARA Kebo Ketan kembali digelar 7-8 Oktober 2022. Sebuah upaya serius untuk menyelamatkan hutan, mata air dan ekosistem yang ada didalamnya dengan meramu beragam adat, seni dan tradisi ini diinisiasi oleh Bramantyo Prijosusilo, eksponen Bengkel Teater. Upacara yang tahun ini menginjak ke-7 kalinya, mengambil tema, "Mangulah Ngelmu Bangkit", diambil dari karya Mangkunegara IV.

Lebih dari sekedar gelar seni tradisi atau festival budaya, Upacara Kebo Ketan yang diadakan secara kolosal dimaksudkan untuk merekatkan kohesi sosial, meningkatkan rasa nasionalisme berbasis budaya, dan menyelamatkan lingkungan. Seperti ditulis Bramantyo dalam bukunya "Seni Kejadian Berdampak", kerja budaya ini berdampak karena dampaknya diupayakan sepanjang tahun dari hari ke hari.

Pertama, perbaikan atau rehabilitasi kawasan Sendang Margo dan Sendang Ngiyom. Kedua, perbaikan dan rehabilitasi lingkungan hidup yang mendampaki Bengawan Solo. Untuk itu, tulis Bramantyo, Upacara Kebo Ketan perlu menjadi wahana pembelajaran, dimana kami semua yang terlibat dapat mengolah kemampuan-kemampuan untuk menuju ke pekarjaan besar Wuluayu Bengawan Solo (sungai yang indah).

Untuk menggelar Seni Kejadian Berdampak yang kolosal dan monumental itu, Bramantyo melandasinya dengan narasi dan mitos. Selain sebagai upaya merevitalisasi peranan mitos yang berfungsi sebagai wahana nilai bukan catatan fakta kejadian. Orientasi ke depannya dikaitkan dengan penyelamatan mata air dan hutan.

Terkait upaya penguatan kohesi sosial, Bramantyo menulis, seni upacara memiliki fungsi untuk itu. "Dalam praktiknya, saya melihat orang rindu menguatkan kohesi sosial di dalam masyarakat kita. Masyarakat kita terpecah-pecah menurut etnis, piihan politik, sosial ekonomi dan terlebih lagi oleh agama. Kami menyediakan ruang dimana sekat-sekat ini luruh", tulis seniman yang kini bermukim di Australia ini.

Nani Dance Losari di Rumah Tua Sekaralas || YP-Ist

Menurut Muhammad Djibriel Ash Salsabiel, Upacara Kebo Ketan akan dimulai Jumat 7 Oktober 2022 tepat pukul 08.00 WIB berupa bancakan di Rumah Tua Sekaralas dilanjutkan acara guyangan Sang Kebo Ketan kemudian tari sakralisasi. Setelah istirahat untuk Jumatan lanjut pagelaran wayang kulit hingga jam 16.30 WIB. Setelah Maghrib, dilanjutkan Wayang Tangguh serta Ketoprak Soeryo Budoyo di Lapangan Desa Sekaralas sampai selesai.

Sabtu 8 Oktober 2022 di Rumah Tua Sekaralas pukul 08.00 WIB digelar Reog Ponorogo kemudian keliling Desa Sekaralas. Di Rumah Tua berlangsung Pemberkatan Sang Kebo Ketan, dilanjutkan Tari Topeng Losari dan tari kontemporer Indramayu.

Arak-arakan Sang Kebo Ketan dari Rumah Tua menuju Lapangan Desa Sekaralas dimulai selepas Magrib. Menyanyikan lagu Indonesia Raya 3 Stanza oleh seluruh peserta upacara dipimpin Pasukan Semut, kemudian penyembelihan Sang Kebo Ketan dan dilanjutkan penampilan dari kelompok kesenian rakyat. Setelah penampilan beberapa seniman seperti Band Handayani, Doni Suwung, Kanibal, Sri Krishna, Marjinal, dll, Bedhaya Kebo Ketan akan mengakhiri Upacara Kebo Ketan dengan membakar Sang Mahesa Dahana. (Wahjudi Djaja)


share on: