Usaha Pengalengan Ikan di Parangtritis Tembus Pasar Internasional

share on:
Dapur usaha pengalengan ikan Minabahari Dapur Bunda Kuryana || YP-Ist

Yogyapos.com (BANTUL) – Usaha pengalengan ikan (UPI) kini banyak dijumpai di sejumlah daerah, tak terkecuali di Parangtritis, Kapanewon Kretek, Kabupaten Bantul.  

Bisnis pengalengan ikan yang satu ini menggunakan label Minabahari Dapur Bunda Kuryana UMKM Unggul Reborn, dikelola oleh dua orang yang bermitra bersama yaitu Ibu Kuryana (40) dan Joko Sumanto. Memiliki omzet yang lumayan, setiap bulan mampu memproduksi ribuan kaleng ikan.  

BACA JUGA: Pemkal Bangunharjo Memelopori Mendirikan Koperasi Merah Putih di Bantul

"Sejak beberapa minggu lalu hingga kini tentang volume produksi berbagai jenis ikan kalengan ini rata-rata 5.000 kaleng per bulan,” kata pengelola usaha, Joko SUmanto, saat expose potensi daerah berkerja sama dengan Diskominfo Bantul, Selasa (10/6/2025).

Joko mengungkapkan, ikan kaleng produksi UPI bukan saja menjangkau pasar lolak dan nasional saja tetapi juga tembus pasar internasional. Ekspor sudah dilakukan beberapa kali dengan volume ribuan kaleng. Harga rata-rata Rp 70.000 hingga Rp 75.000 per kg. Harga itu lebih tinggi daripada harga lokal yang hanya Rp 40.000 per kaleng. Namun pangsa pasar lokal dan ekspor tetap bagus bahkan cenderung semakin menggeliat.

BACA JUGA: UWM Yogyakarta Teken MoU dengan California State Universtity Sacramento

"Untuk berproduksi kami mempekerjakan tenaga kerja 10 hingga 15 orang yang semuanya warga Parangtritis karena memang tujuanya memberdayakan mereka,” sambungnya.

Sementara itu, Bunda Kuryana pada saat memproduksi ikan kalengan, mengungkapkan cara memproduksi komoditas ini relatif mudah dan biasa saja.

"Memang ikannya berbagai macam. Bumbu yang dipergunakan berbagai citarasa pula, namun pada dasarnya bumbu-bumbu khas nusantara yaitu Yogya, Padang dan Bali.

BACA JUGA: Hakim Tolak Intervenient Gugatan Ijazah Jokowi di PN Sleman

Untuk upaya dan menjaga kebesihan dan kesehatan hasil produksi dan bagi orang, siapapun yang masuk ke tempat produksi harus mengenakan alat perlindungan diri (APD). 

"Harapan kami usaha ini mampu sebagai usaha andalan bagi Bantul yang mengolah sumber daya alam perikanan untuk meningkatkan peremonomian,“ pungkasnya. (Spd)

 


share on: