UWM Yogyakarta Segera Menambah 11 Prodi

share on:
Rektor UWM Yogyakarta Prof Dr Edy Suandi Hamid MEc || YP-Ist

Yogyapos.com (SLEMAN) – Universitas Widya Mataram (UWM) Yogyakarta dibawah kepemimpin Rektor Prof Dr Edy Suandi Hamid MEc mengalami perkembangan pesat. Perkembangan tersebut bukan saja infrastruktur kampus yang baru, tetapi juga aspek akademis.

Mahkan mulai 2024 mendatangan, UWM Yogyakarta, berupaya menambah 11 Program studi (Prodi) baru untuk melengkapi prodi yang telah ada sesuai dengan kebutuhan dan dibutuhkan masyarakat. 

“Tahun depan rencana menambah 11 prodi. Penambahan prodi baru ini, lanjut dia, sekaligus menandai dimulainya penggunaan kampus terpadu di Jalan Tatabumi Selatan, Banyuraden, Gamping, Sleman,” ujar Rektor UWM Yogyakarta, Prof Dr Edy Suandi Hamid MEc didampingi Warek III Dr Puji Qomariyah, Rabu (21/6/2023).

Diungkapkan, rencana pendirian prodi baru di lingkungan UWM ini sebagai upaya meningkatkan kontribusi dalam mencerdaskan masyarakat dalam mengembangkan ilmu pengetahuan di tingkat regional maupun nasional. Menyelenggarakan sistem pendidikan yang efektif, efisien, akuntabel dan berkelanjutan dalam rangka menghasilkan lulusan sarjana yang kompetitif, bermoral, beretika dan bermartabat.

Mengembangkan ilmu pengetahuan melalui integrasi Tridharma Perguruan Tinggi. Sebagai bentuk adaptasi terhadap dinamika kebutuhan masyarakat dalam rangka membangun dan menghasilkan peserta didik yang memiliki kemampuan akademik,  berkarakter, berkualitas dan berdaya saing.

Kampus baru UWM Yogyakarta || YP-Ist

Penambahan prodi baru ini, lanjut Rektor UWM, sekaligus sebagai upaya menjaga dan meningkatkan sistem penjaminan mutu perguruan tinggi.

Adapun prodi baru itu diantaranya Fakultas Sains dan Teknologi Teknik Informatika (S1), Profesi Arsitek (Profesi), Fakultas Ekonomi Pariwisata (S1), Magister Manajemen (S2) Fakultas Hukum. Magister Kenotariatan (S2) Fisipol, Ilmu Budaya (S1). Rencana Pendirian Pusat Studi Budaya dan Aksara.

”Semua itu akan kami lakukan tahun depan, proposal sudah kami ajukan,” katanya. 

PSBA UWM sebagai ruang diseminasi budaya unggul untuk menghasilkan penelitian kajian berikut pengembangannya yang berbasis budaya.

Menurut Prof Edy, ruang lingkup kajian PSBA UWM meliputi kajian secara luas tentang budaya, seni, dan keunggulan yang dihasilkan dalam bidang tersebut. 

Kajian budaya meliputi gagasan, perilaku, artefak, dan hasil karya berdasarkan nilai-nilai kearifan lokal berupa upacara adat, tradisi budaya masyarakat setempat, kesenian tradisi maupun modern. 

Kawasan Cagar Budaya (KCB) dan bangunan cagar budaya yang ada (BCB) dengan berbagai perkembangan dan masalah yang dihadapinya. 

“Kajian-penelitian tidak tertutup hanya lingkup UWM saja, namun bisa berasal dari sumber-sumber lain yang ada di masyarakat luas. Diharapkan, pembangunan lima gedung baru tahun depan sudah selesai,” pungkasnya. (*/Met)


share on: