Warga Plupuh Cangkringan Bangkitkan Wisata Konservasi Bambu

share on:

Yogyapos.ccom (SLEMAN) - Ratusan warga Plupuh Wukirsari Cangkringan Sleman antusias mendatangi Balai RW. Mereka sepakat memberdayakan bambu sebagai identitas dan karakter destinasi yang akan dibuat. Plupuh atau galar (bambu gepuk) pernah menjadi produk andalan padukuhan ini.

BACA JUGA: Kalurahan Pondokrejo Tingkatkan Kapasitas Relawan Kebencanaan

Dimoderatori tokoh masyarakat Plupuh, Suhardi, rembug warga, Jumat (22/11/2025) malam berlangsung hangat dan penuh canda tawa. "Ini adalah kesempatan yang kita tunggu, bersama-sama membangun dusun dengan potensi yang kita miliki,” tandas pengelola Eko Dwiyanto. 

BACA JUGA: Pasar Tradisional Kowe Diresmikan, Jadi Indikator Nyata Ekonomi Rakyat

Mahasiswa STIE Pariwisata API Yogyakarta, Dindi Zhahro'il Aulia yang bersama kelompoknya melakukan studi lapangan, menyampaikan niat dan langkahnya membantu pengembangan wisata konservasi bambu Plupuh.

"Selain identifikasi potensi, tim kami juga sudah menyiapkan proposal kegiatan," paparnya.

BACA JUGA: TP PKK Concat Gelar Read Aload, Ini Maksudnya

Kepala Dukuh Plupuh, Suparja, mengajak seluruh warga untuk bahu-membahu mewujudkan impian bersama. "Ini kita memperoleh energi baru, yang tidak hanya memberikan pemahaman tetapi juga bersedia menemani kita bergerak bersama", ungkapnya.

BACA JUGA: Komunitas Senam Dusun Sedan Rayakan HUT ke-4, Ini yang Dilakukan

Dosen Pembimbing mahasiswa STIE Pariwisata API, Wahjudi Djaja selaku narasumber, menguraikan skema, langkah dan orientasi pengembangan wisata konservasi bambu Plupuh.

BACA JUGA: Kapolri Tinjau Bakti Kesehatan di Mako Sat Brimob Polda DIY

"Tak ada yang kebetulan kenapa Bapak/Ibu lahir dan hidup di Plupuh. Tuhan punya rencana dan berkah. Mari bersama-sama kita upayakan agar kelak tidak disalahkan anak cucu. Ada keunikan yang dimiliki dukuh Plupuh,” lanjut Pokja Ketahanan Ekonomi Badan Kesbangpol DIY ini.

BACA JUGA: SMPN 1 Pakem Kini Memiliki Perpustakaan Digital, Diresmikan Wabup Sleman

Acara dihadiri Ketua RW, Ketua RT, KWT, Karang Taruna dan tokoh masyarakat. Minggu (23/11/2025) warga sepakat memulai gerakan dengan membersihkan dan menata lahan yang akan dijadikan destinasi. (Iud)


share on: