Yogyapos.com (SLEMAN) - Kerajinan bambu merupakan salah satu unggulan Kabupaten Sleman. Namun, keterbatasan bahan baku dan regenerasi perajin menjadi kendala. Mahasiswa STIE Pariwisata API Yogyakarta memfasilitasi pengembangan wisata konservasi bambu di Padukuhan Plupuh Wukirsari Cangkringan Sleman.
BACA JUGA: IGE 2025 Berlangsung di JEC Yogyakarta, Pamerkan Teknologi Grafika Mutakhir
Semangat itu terlihat dalam sosialisasi konsep wisata konservasi bambu oleh mahasiswa STIE Pariwisata API Yogyakarta di balai warga Plupuh, Rabu (5/11/2025) malam.
"Plupuh itu dalam bahasa Jawa disebut galar yang berfungsi sebagai tikar. Ini adalah salah satu kerajinan khas dari bambu yang dulu dibuat oleh simbah-simbah kami. Lama tidak produksi. Semoga sosialisasi ini menjadi langkah awal kebangkitan potensi Plupuh, apalagi kami juga banyak menyimpan peninggalan berupa alat pertanian seperti lesung, lumpang, dan mata air kuna", kata Dukuh Plupuh Sutarja saat memberi sambutan.
Pengurus wisata konservasi bambu Plupuh dan mahasiswa STIEPAR API Yogyakarta || YP-Ist
Sebelumnya, Syifa Indra Jaya selaku ketua kelompok melaporkan, konsep wisata konservasi tersebut didapat setelah melakukan identifikasi terhadap budaya dan kondisi alam Padukuhan Plupuh. "Kebetulan kami sedang mengikuti mata kuliah Budaya dan Geografi Kepariwisataan. Plupuh kami jadikan lokasi penelitian,” tandasnya.
BACA JUGA: Ribuan Orang Iringi Pemakaman Jenazah Pakubuwono XIII di Pajimatan Imogiri
Dalam paparannya Zahra Adeliya dan Dindi Zhahroil menjelaskan alasan diusulkannya wisata konservasi bambu Plupuh. "Potensi bambu di Padukuhan Plupuh melimpah dan bernilai tinggi. Tak hanya bernilai ekonomi, bambu juga berperan menjaga lingkungan karena sifatnya yang mengurangi panas dan mampu menyimpan air. Jika kita kelola secara benar akan menjadi destinasi yang diminati,” paparnya.
BACA JUGA: Satpol PP Sleman Memproses Sembilan Pelanggar Perda ke Pengadilan
Dosen STIE Pariwisata API Wahjudi Djaja SS MPd selaku narasumber menguraikan pentingnya Plupuh dijadikan wisata konservasi. "Ketersediaan bambu yang melimpah menjadi modal utama. Kita tinggal menata tanpa harus mengubah lanskap yang ada. Ini akan jadi wisata desa yang berkarakter. Nantinya kita bisa mengembangkan beragam produk dari bambu, mulai olahan makanan sampai kerajinan dan wisata budaya", jelas Pokja Ketahanan Ekonomi Badan Kebangpol DIY ini.
BACA JUGA: Polisi Tidur dan Kekerasan Simbolik
Dalam kesempatan itu langsung dibentuk pengelola wisata konservasi bambu Plupuh. Ketua Excsel Sanjaya dengan wakil Eko Dwiyanto. Sekretaris Arifah Budi Susanti didampingi Yana Wahyuningsih dan Syifa Indra Jaya. Bendahara Fajar Retnaningsih dengan wakil Sapto Handono.
Seksi Sarpras Sumardi dan Muhammad Jamhari, Seksi Humas Heru Kurniawan beranggotakan Rahmat Efendi dan Ria Mey Yasinta, Seksi PDD Ibnu Muhatin, Seksi Acara Fannani Luqman N dan Suhardi, Seksi Kuliner dan UMKM Ekawati Purwaningsih dan Ervin Pamungkas, Seksi Keamanan Linmas Plupuh serta Seksi Kebersihan Triyono. (Iud)
