Wisatawan Antusias Saksikan Orkestra Keraton Yogyakarta

share on:
Pergeleran Yogyakarta Royal Orchestra (YRO) di Regol Brajanala, Komplek Keraton Yogyakarta, Senin (20/5/2024) sore || YP- R Toto Sugiharto

Yogyapos.om (YOGYA) - Wisatawan nusantara dan manca Negara mendapat hiburan tambahan saat berkunjung ke Keraton Yogyakarta.  Sebuah perhelatan orchestra dari Yogyakarta Royal Orchestra (YRO) dapat disaksikan secara terbuka di Regol Brajanala, komplek Keraton Yogyakarta, Senin (20/5/2024) sore. Pada perhelatan tersebut juga tampil vokalis solo karier, Brian Priyoadi dan Win Yovina.

Ratusan wisatawan memadati area digelarnya orchestra dengan 30 personel abdi dalem musikan Keraton Yogyakarta. Mereka sangat antusias dengan memberikan aplaus dan jeritan histeria sebagai ekspresi kesenangan dan kepuasan usai setiap lagu dimainkan.

BACA JUGA: Dugaan Pungli di Lapas Cebongan Libatkan Oknum Pejabat Struktural Berinisial M

Perhelatan dimulai dari pukul 15.30 dibuka dengan lagu Pada Pahlawan, disusul Tanah Airku, Dari Sabang sampai Merauke, Simponi Raya, serta lagu Jawa dan beberapa lagu daerah, seperti Yamko Rambe Yamko, Jali-Jali.

“Iya. Puas banget aku. Seneng, dapet hiburan orkestra. Mungkin pas Kebangkitan Nasional ya. Rame. seru,” cetus Shinta dari Pamulang, Tangerang, Banten mengungkapkan rasa senang dan kepuasannya.

Gadang Wahyu Arafah (26) || R Toto Sugiharto

Pimpinan Produksi Gadang Wahyu Arafah (26) yang juga abdi dalem musikan Keraton Yogyakarta usai perhelatan, Senin (20/5) sore mengungkapkan, perhelatan dengan durasi sekitar 60 menit tersebut sebagai even merayakan Hari Kebangkitan Nasional. Perhelatan YRO sore itu menampilkan ensambel instrumen tiup.

BACA JUGA: Serma Sunarna: Pelatihan Baris Berbaris Mendidik Kedisiplinan

Dikatakannya, Keraton Yogyakarta melaksanakan perhelatan orkestra biasanya dalam format besar di Mandalasana, komplek Keraton Yogyakarta. Khusus untuk memperingati Kebangkitan Nasional sore itu, YRO menampilkan ensambel instrumen tiup.

“Dalam format besar orkestra,ada agenda tahunan, seperti1 Maret, Hari Musik Dunia, Kemerdekaan Indonesia, dan program kecil lainnya. Biasanya YRO digelar di Mandalasana. Tapi, saat ini konsepnya untuk Kebangkitan Nasional, diusung kesini di Regol Brajanala,” ungkap Gadang.

BACA JUGA: Terdakwa Penipuan Investasi Event dan Wedding Organizer Dituntut Penjara 2,5 Tahun

Gadang menambahkan, sejarah orkestra di Keraton Yogyakarta dirintis oleh musikanan, abdi dalem musikan keraton. Beberapa tahun musikanan vakum. Lalu, pada 2019 dibuka kembali.

“Sebelum YRO dibentuk sebesar ini,ada beberapa even juga tapi dengan format lebih kecil di Mandalasana,” pungkasnya. (R Toto Sugiharto)


share on: