Yuli Suryanto: Setiap Lima Tahun Terjadi Proses Pembodohan Rakyat

share on:
Yuli Suryanto, Caleg Partai Ummat DPRD Klaten || YP-Sulistyawan Ds 

Yogyapos.com (KLATEN) - Demokrasi ibarat pisau bermata dua. Disatu sisi memberikan kebebasan ruang kepada rakyat untuk  menyampaikan aspirasinya tetapi pada sisi yang lain proses pembodohan secara masif terus terjadi. Kondisi ini perlu dibenahi secara bersama-sama karena sudah menjadi semacam budaya politik di lingkungan masyarakat.

Calon Legislatif dari Partai Ummat Kabupaten Klaten Yuli Suryanto menyampaikan, setiap menjelang Pemilu, para caleg biasanya hanya berpikir politik transaksional. Harga suara yang dihitung per kepala ditukar dengan rupiah. Jika itu yang terjadi, maka jangan harap aspirasi rakyat dapat dipikirkan, karena yang mereka pikir hanya untung dan rugi.

BACA JUGA: Jadi Tersangka Suap, Eddy Hiariej Kembali Ajukan Praperadilan

“Hal seperti ini sebenarnya sebuah pembodohan rakyat. Tetapi rakyat yang sudah pragmatis, tidak merasa dibodohi,” ujar Yuli dalam sosialiasi bersama warga Desa Kokosan, Kecamatan, Prambanan, Klaten, di RM Sega Wiwit Prambanan, Minggu (7/1/2024).

Yuli menyampaikan, problem seperti itu biasanya muncul secara kasat mata pada saat menghadapi Pemilu dan jarang yang menyadarinya sehingga ibarat orang yang menjadi korban pencurian tetapi tidak merasa bahwa dirinya menjadi korban. Untuk itu, warga masyarakat yang menggunakan hak pilihnya hendaknya mengenali rekam jejak dan kepribadian para wakil rakyat yang hendak dipilihnya.

BACA JUGA: Agus Santoso Ajukan Banding, Tak Punya Niat Lakukan Pembiaran Penyelewengan TKD

“Jangan percaya apa yang dikatakan tetapi kenali kepribadiannya dan apa yang selama ini telah diperbuatnya. Lalu pilih sesuai dengan hati nurani, pertimbangkan masak-masak sehingga aspirasi Anda nantinya memang  dapat mengubah kehidupan masyarakat,” tandas alumni UGM yang juga mantan Kades Kemudo, Prambanan tersebut.

Ditambahkan Yuli, saat ini merupakan momentum bagi warga desa untuk ikut berpartisipasi dalam membangun wilayahnya masing-masing. Sebab pemerintah melalui bantuan Dana Desa telah memberikan  dukungan yang cukup besar guna pembangunan desa. Oleh karena itu, warga masyarakjat perlu melakukan  pengawasan sehingga alokasi dari penggunaan Dana Desa itu bisa sesuai dengan sasaran.

BACA JUGA: Pembukaan Dihadiri Brotoseno: Poskora di DIY, Jateng dan Jatim Siap Menangkan Anies Baswedan

Nantinya, pembangunan wilayah pedesaan dapat dipercepat dengan dana aspirasi yang diberikan pemerintah melalui DPR maupun DPRD. Oleh karena itu, Yuli menegaskan bahwa jika dirinya mendapatkan amanah dari warga Klaten khususnya warga Prambanan dan sekitarnya, pihaknya telah merancang sejumlah program kerja sehingga wilayah Prambanan dapat lebih maju dari kondisi saat ini.

Yuli mengingatkan, dilihat dari peninggalan sejarah yang ada, pihaknya yakin bahwa pada masa lalu daerah Prambanan merupakan pusat kota Metropolis. Hal itu terlihat dari banyaknya peninggalan artefak cagar budaya yang saat ini sebagian masih dapat disaksikan. Dengan demikian, wilayah Prambanan ini selayaknya menjadi jantung kota pembangunan khususnya bagi wilayah Klaten dan menjadi contoh bagi daerah sekitarnya.

“Karena Prambanan ini dulu merupakan pusat kerajaan, maka dapat dipastikan daerah ini merupakan pusat orang cerdik pandai. Oleh karena itu, kita patut bangga karena merupakan keturunan dari para leluluhur yang merupakan orang-orang  pintar. Jadi sekarang ini kita perlu bersama-sama untuk saling menyumbangkan gagasan,” pungkas Yuli.  (Sulistyatawan Ds)

 

 


share on: