DAMPAK wabah Covid-19 sangat dirasakan oleh Yunet, pelaku kreatif yang bergerak di sektor fashion. Marketing brandnya, Yunet Exclusive Batik mengalami penurunan omset hingga 50 persen.
Yogyapos.com pun coba berbincang dengan Ketua Ikatan Pengusaha Muslimah Indonesia (Ipemi) Bantul dan Bendahara Umum Perkumpulan Pariwisata Halal Indonesia (PPHI) DIY, di workshopnya, Griya Ngoto Asri Blok D11, Sewon Bantul, Senin (20/4/2020).
Apa kabar Mbak Yunet, lini kreatif yang anda geluti sangat terdampak dengan adanya Covid-19. Apa kiat dan siasat yang anda lakukan agar tetap fight?
Alhamdullilah kabar sehat. Intinya ditengah situasi sulit seperti sekarang, saya harus tetap kreatif dan produktif. Ada 10 pekerja yang mencari nafkah ditempat saya. Dan lini usaha ini tidak boleh stagnan. Harus tetap bergerak walaupun dikepung pandemi.
Kiat yang saya lakukan adalah menerapkan diskon penjualan produk hingga 40 persen. Saya juga menginisiasi dari hasil penjualan di masa pandemi ini, saya donasikan untuk sesama yang lebih membutuhkan. Jadi nggak melulu mengejar keuntungan, tetapi kita balut dengan aksi sosial yang bermaslahat bagi umat.
Ada berapa event fashion yang ditunda karena kondisi saat ini?
Untuk di bulan Maret ada 4 event fashion yang mengalami penundaan. Ada di Surabaya, Jakarta dan sisanya di Yogya. Untuk yang di Surabaya bagi saya pribadi adalah suatu event yang prestisius. Karena saya langsung diminta oleh Gubernur Jatim Ibu Kofifah untuk membuat puluhan produk batik eksklusif yang kualitasnya terjaga. Dengan adanya Corona, otomatis acara tersebut pun ditunda. Untuk di bulan April juga banyak agenda yang reschedule. Seperti penjurian fashion, talk show, workshop education hingga acara Kartinian.
Berarti selama pendemi ini untuk pemasukan brand anda, mayoritas dari sisi online marketing?
Iya, lebih ke personal customer. Pelanggan saya dari luar Jawa hampir tiap bulan order produk. Untuk penjualan offline (fisik) sementara waktu kami tiadakan dulu. Karena harus mengikuti proses pengukuran badan. Kami prioritaskan melayani yang ready to wear dulu. Untuk yang made by order kami batasi. Rezeki itu nggak akan kemana walau situasi sedang sulit. Intinya bagi saya adalah bekerja cerdas dan ikhlas. Itu motto yang menjadi tempaan hidup bagi saya dan usaha yang saya geluti.
Bicara soal skena fashion yang anda tekuni, kenapa anda sangat fokus dan detail di muslimah fashion?
Yang paling utama, saya adalah seorang muslim. Berbusana saya pun harus sesuai kaidah. Saya punya misi, kendati berhijab pun wanita bisa tetap charming, fashionable dan elegan. Hampir setiap saya perform, selalu menyuguhkan muslimah fashion. Namun saya tidak kaku, saya juga tetap membuat produk yang casual. Karena mayoritas customer saya adalah wanita di kisaran usia 35-50 tahun.
Dari segi motif dan warna, aspek diferensiasi apa yang membuat Yunet Exclusive Batik beda dengan produk lain?
Produk yang kami usung adalah batik kontemporer. Yang jelas untuk satu motif, kami juga hanya membuat satu unit. Itu yang membuat eksklusif lantaran kustom order. Namun untuk pengerjaan seragam instansi atau perusahaan, motifnya harus sama. Soal warna, saya lebih berani bereksperimen dengan warna-warna yang eye catching. Ngejreng tapi tidak murahan. Harus saya pertahankan brand image ini.
Sejauh ini peran stakeholder terkait (pemerintah) terhadap lini kreatif ini apa mbak?
Sejauh ini peran pemerintah masih jalan ditempat. Saya kalau ngikut arahan dari pemerintah nggak maju-maju. Saya orangnya nggak sabaran. Selalu ingin berinovasi dan mengeluarkan ide-ide menarik bagi produk. Saya harus mutar otak agar sektor usaha ini tetap bergerak untuk memenuhi hajat hidup orang banyak.
Apakah ada impian anda yang belum terwujud?
Semoga saja impian tersebut terealisasi tahun ini. Oleh kolega, saya ditawari untuk mengadakan fashion show di Amsterdam dan di sejumlah Kedubes RI di Eropa. Insya Allah bisa terwujud tahun ini. Doakan saja.
Harapan anda Mbak Yunet, dengan lini kreatif fashion yang telah membesarkan nama anda?
Jangka pendeknya jelas, wabah Covid-19 ini segera berakhir dan semua kembali normal seperti sedia kala. Jangka panjangnya adalah Yunet Exclusive Batik bisa berumur panjang, makin dicintai oleh customer, serta bermanfaat bagi sesama. Misi saya dalam membangun brand ini salah satunya untuk tetap nguri-uri kebudayaan tradisional. Seperti tagline yang kami usung: The Icon of Modern Culture. (Dol)
