Yogyapos.com (BANTUL) - Sebanyak 5 seniman/ budayawan, 5 pelestari tradisi dan 5 pelestari cagar budaya di Kabupaten Bantul memperoleh penghargaan berupa piagam dan tabanas masing-masing Rp 15 hingga Rp 20 juta dari Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) kabupaten ini, di Hotel Grand Rohan Banguntapan, Kamis (16/12).
“Acara ini penghargaaan kepada seniman dan budayawan pelesyari adat tradisi dan pelestarali cagar budaya,” kata Kepala Dinas Kebudayaan Bantul, Nugroho Eko Stiyanto, dalam laporannya.
Penghargaan seperti ini dilaksanakan setiap tahun. Maksud dan tujuannya sebagai apresiasi sehingga kebudayaan bisa lestari atas konsistensi untuk meletarikanan dan merawatnya oleh seniman.
Setiap tahun, sebanyak 15 budayawan/seniman pelestari adat 5 dan cagar budaya 5 masing-masing menerima uang apresiasi Rp 15 juta dan Rp 20 juta diperoleh dari dana keistimewaan.
Sementara itu Bupati Bantul H Abdul Halim Muslih, dalam sambutannya mengatakan kebudayaaan dan seni budaya maupun cagar budaya adalah kekayaaan bangsa. Acara ini dimanfaaatkan untuk upaya penyadaran jati diri sebagai bangsa kualitas dan sepirtualisme untuk menjaga keistimewann DIY.
“Ini kekayaan tidak ternilai. Penghargaaan tidak sebanding, namun harapannya agar bisa menjadi stimulus menggali kearifan lokal dalam kerangka kehidupan kekinian.
Bantul diamanatkan oleh Gubernur DIY untuk gerbang kebudayaan DIY karena banyak terdapat peninggalan situs bersejarah yang masih terawat. Masyarakatnya mempunyai kebudayaan adiluhung dan lestari.
Seniman /budayawan yang mendapatkan penghargaan ymsatu Drs Wisnu Giyono (pembina ketoprak) asal Greges Donotirto Kretek, Suginl Hasi Prayitno (Dalang wayang wong dan topeng dan dalang) Brajan Tamantirto Kasihan, Suparmi (Sinden) Sumberagung Jetis, Ronggo Warsito (Macapat), Sarijo Niti Suharjono (Pembuat tonil dan kostum ketoprak).
Selanjutnya Pelestari adat tradisi KH Ahmad Marzuki Ramli (pecetus gurah) Giriloyo Wukitsari Imogiri, Nguras Sendang Sinungmoyo (uppacara tradisi tahunan) Mojouro Imogiri, Nguras Sendang Pangkah (upacara tradisi tahunan) Mipitan Banvunjiwo Kasihan, Nguras Sendang Seliran Sayajagan Jagalan Banguntaoan, Nguras Sendang Suro Setiko Pancuran Terong Dlingo.
Adapun lima pelestari cagar budaya yaitu Kolam Renang John Kerch (Stuktur cagat budaya) Mancingan Parangtritis Kretek, Langgar Dhuwur (bangunan cagar budaya) Jagalan Banguntapan, SDN 1 Pundong (situs cagar budaya) Tangkil Srihardono Pundong, Joglo Stiyo Pranyoto (Situs Cagar Budaya) Sungapan Argodadi Sedayu dan Joglo Cokro Subroto (Bangunan cagar budaya) Payak Srimulyo Piyungan. (Spd)
