Yogyapos.com (BANTUL) - Sebanyak 2 Rukun Tetangga atau RT di 2 dusun di Desa Sidomulyo Kecamatan Bambanglipuro, Kabupaten Bantul menjalani karantina wilayah karena salah satu warga di 2 RT dan dusun yang berdampingan dinyatakan positif Covid-19 yang kini masih menjalani perawatan di ruang isolasi RSUD Panembangan Senopati Bantul.
Dengan kebijakan karantina wilayah tersebut praktis warga yang ada di 2 RT di 2 dusun yang berdekatan atau berbatasan wilayahnya harus tinggal di rumah selama 14 hari. Mereka dilarang ke luar rumah jika tidak ada keperluan yang sangat mendesak.
Kondisi ini mendorong Paguyuban Keuangan Desa Kabupaten Bantul secara gotong-royong menyumbang kebutuhan poko masyarakat di 2 RT yang kini sedang menjalani karantina wilayah akibat ada warganya yang dinyatakan positif Covid-19.
"Tentu ketika warga harus di rumah saja maka yang dibutuhkan adalah sembako dan kita dari Paguyuban Keuangan Desa Kabupaten bantingan uang untuk dibelikan sembako untuk diberikan kepada kepala keluarga di 2 RT yang dikarantina tersebut," kata Ketua Paguyuban Keuangan Desa Kabupaten Bantul, Budi Wibowo disela-sela penyerahan simbolis bantuan sembako kepada 2 RT di Desa Sidomulyo, Selasa (7/4/2020).
Kaur Keuangan Desa Gadingharjo, Kecamatan Sanden, Kabupaten Bantul ini bantuan sembako akan diberikan kepada 40 kepala keluarga yang di 2 RT berupa beras 3 kilogram, mi, telur 1 kilogram, gula pasir Rp 1 kilogram, teh 1 bungkus, garam dan 2 sabun detol.
"Saya berharap jangan dilihat isinya namun ketulusan dari payuguban untuk meringankan beban masyarakat yang kini sedang menjalani isolasi akibat pandemi Covid-19,” katanya.
Sementara Ketua DPC Asosiasi Pemerintahan Desa Seluruh Indonesia (Apdesi) Bantul, Ani Widayati mengatakan ketika terjadi karantina wilayah seperti karantina ditingkat RT maka kebutuhan yang mendesak adalah sembako selama karantina 14 hari dan belum tentu warga punya stok sembako untuk kebutuhan selama 14 hari menjalani karantina.
"Jadi dalam kondisi yang darurat seperti ini maka kebutuhan yang paling mendesak bagi warga yang menjalani karantina adalah sembako maka apa yang diberikan oleh Paguyuban Keuangan Desa Kabupaten Bantul sangatlah tepat," terangnya.
Ani berharap pemerintah desa segera melakukan pengamana jaring sosial kepada warga yang terdampak terutama kepada warga miskin yang tidak mendapatkan program dari pemerintah pusat, kepada buruh yang kehilangan pekerjaan akibat pandemi Covid-19 dengan mengalihkan anggaran yang tidak mendesak dan tidak bisa direalisasikan saat Pendemi Covid-19 untuk difokuskan penanganan Covid-19.
"Pergeseran anggaran dapat dilaksanakan, namun jika anggaran kurang maka harus melakukan perubahan anggaran desa dan tidak sulit dilakukan asal ada pendampingan dari pihak terkait agar dikemudian hari tidak terjadi masalah hukum," ungkapnya. (Dws)
