Yogyapos.com (YOGYA) - Bersama-sama Bergembira, itu tajuk pameran bersama 32 Komunitas Jogja Menggambar yang dihelat dalam rangka Perayaan Bulan Menggambar Nasional, 2 Mei 2023.
Pada tahun 2022, Forum Drawing Indonesia yang terdiri dari 250 komunitas menggambar yang tersebar di 34 Provinsi mendeklarasikan bulan Mei sebagai Bulan Menggambar dan 2 Mei sebagai Hari Menggambar Nasional. Pameran kali ini menampilkan tidak hanya karya dari anggota Komunitas Jogja Menggambar tetapi juga melibatkan seluruh lapisan masyarakat mulai dari anak-anak hingga dewasa.

Alim Bakhtiar, Ketua Pelaksanaan Jogja Menggambar menjelaskan Jogja Menggambar mengajak masyarakat umum untuk terlibat pada pameran kali ini. Even ini sebagai upaya memberikan ruang untuk menuangkan goresan dan menciptakan sebuah karya gambar.
“Ide dan bentuk direfleksikan melalui media gambar yang bersifat bebas, terkait bidang kehidupan, seperti ekonomi, politik, budaya, dan lain sebagainya. Di samping bebas mengeksplorasi teknis, menggambar adalah menuangkan cara berpikir dan berpendapat melalui garis, bentuk, dan warna-warni yang dapat memupuk kreativitas, imajinasi, serta mengekspresikan seni,” jelas Alim, Rabu (3/5/2023).
Dikatakannya, gambar tak melulu dimaknai sebagai menggambar secara konvensional, tapi juga dikembangkan dalam bermacam terobosan dan eksperimentasi yang menyegarkan. Material pun tak semata mengandalkan kertas, tapi juga memanfaatkan berbagai media lain, termasuk dalam wujud eksperimental, kinetik, instalasi atau digital.

Dalam pandangan Alim, seyogyanya banyak kreator yang mampu berekspresi, berkreasi sesuai imajinasinya. Siapapun dapat melakukannya dengan bebas merdeka. Mengungkapkan apa saja segala sesuatu dengan berani, sebagai bahasa pribadi yang hanya dapat diungkapkan melalui media gambar.
“Melepaskan segala sesuatu yang terpendam dalam rasa, pikiran atau gagasan-gagasan tanpa beban. Membuat garis dengan alat apapun, dengan media apapun yang digoreskan adalah ungkapan, tidak hanya dilihat dari bentuknya, namun tekanan, intonasi tebal,tipis/gerak/ritme dan banyak hal yang bisa digunakan dalam menilai sebuah garis,” tandas Alim.
Ungkapan perasaan yang spontan melalui garis dapat digali dan dimaknai dengan berbagai ilmu pengetahuan yang mendukungnya, gambar dapat dipahami secara luas dan dalam oleh masyarakat umum.
Ceremonial pameran seni dibuka oleh Rektor ISI Prof Dr Timbul Rahardja Selasa (2/5/23) pukul 16.00 WIB dilanjut sederetkan dengan pembacaan puisi karya Oka Swastika Mahendra berjudul ”Gores Warna Dalam Gembira Menggambar” oleh kelompok Gores Warna (Oka Swastika, Anastasia Sardjono, Rina Nikandaru, Jedink Alexander, Arofah). Kemudian dengan atraksi dari pesilat Merpati putih, musik Pandai Api oleh Bob Gimbal dan ditutup dengan musik Sabu (Sanggar Bambu) oleh Untung Basuki.

Acara selesai pukul 23.00 WIB. Hadir dalam kesempatan itu Eduard/Edo Pop (Forum Drawing Indonesia / tim kurator Jogja Menggambar), Ardian Kresna (POKMAS Pakaryan Griya Abhipraya Purbonegoro), Jajang Kawentar (Kurator).
Pameran diadakan di Griya Abhipraya Purbonegoro (Gedung ex Bapas kelas 1 DIY) Jalan Pangurakan 1 Ngupasan Gondomanan Yogyakarta pada sesi 1 pada 2 - 10 Mei 2023 dan sesi 2 di tanggal 23 - 30 Mei 2023 pada jam 09.00-18.00 WIB. (Yuliantoro)
