Yogyapos.com (YOGYA) - Sekitar 35 tim pencak silat se-Nusantara mengikuti Pencak Malioboro Fest yang berpusat di Monumen Serangan Oemoem 1 Maret, dari tanggal 6-8 September. Acara ini didukung penuh oleh Dinas Kebudayaan DIY, Dinas Pariwisata DIY, Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) dan Dinas Komunikasi Informatika DIY.
Ketua Panitia Yosi Tungtungan, ditemui yogyapos.com, Jumat (6/9) sore mengatakan, garus besar acara ini adalah memperkenalkan pencak silat kepada khalayak luas. Sehingga seni dan tradisi pencak silat tetap lestari dan terus berkembang. “Kami akan mempertunjukkan beragam aliran pencak silat tradisional se-Nusantara, yang sangat terkait dengan nilai kebudayaan, dan tentunya menjadi magnet pariwisata. Selama dua hari akan ada kompetisi koreografi. Dan puncaknya di tanggal 8 September, akan ada pawai pencak silat yang diikuti 53 perguruan. Start dimulai dari Parkir Abu Bakar Ali, dengan titik finish di Monumen Serangan Oemoem 1 Maret,” kata Yosi.
Yosi menambahkan, untuk kompetisi koreografi penilaian berdasar keseragaman gerak, harmoni yang selaras, kostum, atraktif dan memiliki value point yang unik.
Sepasang turis asal Serbia, Predrag Ignjatovic dan Anya Ostojic begitu khusyuk melihat acara Pencak Malioboro Fest. Menurut pasangan suami-istri ini, acaranya unik dan sangat menghibur. “Walau kami kurang paham dengan esensi acara tersebut, tetapi sangat menghibur dan kostumnya juga unik. Baru kali ini kami jumpai acara seperti ini,” kata Predrag dan Anya, yang sesekali mengabadikan dengan kamera. (Dol)
