Yogyapos.com (BANTUL) -Sekitar 50 persen dari jumlah wisatawan yang akan berkunjung ke obyek wisata Pinus Sari di Mangunan, Kapanewon Dlingo, Kabupaten Bantul dinyatakan tidak lolos aplikasi ‘Peduli Lindungi’. Sehingga mereka kecewa, karena tidak diizinkan berwisata di sana.
“Sejak dilakukan uji coba dibuka kembali obyek wisata ini delapan hari yang lalu hingga sekarang, jika dihitung setiap harinya rata-rata 100 hingga 120 orang (sekitar 50 persennya) terpaksa harus balik badan karena dinyatakan tidak mememenuhi prasyarat yang berlaku sebagaimana terdeteksi dalam aplikasi Peduli Lindungi,” kata Pengelola Wisata Mataram Pinus Sari, Ipung H, Selasa (21/9).
Aplikasi ‘Peduli Lindungi’ merupakan pendeteksi apakah seseorang memenuhi prasyarat atau tidak untuk masuk ke obyek wisata terkait dengan pandemi Covid-19. Misalkan sudah bervaksin atau belum dan terindikasi Covid-19 ataupun tidak.
Ipung menjelaskan, bagi wisatawan yang memenuhi prasyarat dipersilahkan masuk ke obyek wisata ini namun tetap mentaati protokoler kesehatan yang berlaku. Sedangkan mereka yang tidak memenuhi prasyarat masuk, terpaksa harus berada di luar area dan juga harus mentaati prokes yang ada.
“Para petugas yang berjaga di Pinus Sari juga melaksanakan tugas sesuai dengan ketentuan yang berlaku secara baik dan cermat,” sambung Ipung.
Sedangkan, sarana dan peralatan untuk aplikasi ini di sediakan oleh Bagian Komunikasi dan Informasi (Kominfo) Setda Kabupaten Bantul. (Supardi)
