75 Kalurahan di Bantul Ikuti Workshop Rintisan Desa Budaya

share on:
Workshop Rintisan Desa/Kalurahan Budaya Bantul 2024, di Ros In Hotel, Senin (25/3/2024) || YP-Ist

Yogyapos.com (BANTUL) – Pemerintah Kabupaten Bantul bertekad mengoptimalkan tatakelola seni budaya melalui rintisan desa/kalurahan budaya. Sehingga kelestarianya tetap terjaga dan mampu memberikan manfaat bagi kemajuan daerah.

Hal itu terungkap dalam workshop Rintisan Desa/Kalurahan Budaya Bantul Tahun 2024, yang diikuti oleh 75 kalurahan, di Ros In Hotel, Senin-Selasa (25-26/3/2024).

BACA JUGA: Cek Persiapan Jalur Mudik di Merak, Menko PMK Minta Fasilitas Penumpang DItambah

“Acara ini merupakan kegiatan pembinaan dan pengembangan bagi rintisan desa dan kantong budaya,” kata PLH/PLT Dinas Kebudayaan Bantul, Slamat Pamuji didampingi Kabid Aset Tradisi Lembaga Budaya dan Seni, Beni Sasangka.

Sementara itu, Wakil Bupati Bantul Joko Purnomo dalam arahannya mengatakan budaya merupakan kekayaan daerah. Perlu dilakukan iventarisasi, pengelolaan dan pelestarian yang kesemuanya memberikan multi guna bagi Pemerintah dan masyarakat.

“Hal yang penting diantaranya ketentuanya situs peninggalan sejarah harus jelas status tanahnya,” kata Joko Purnomo.

Menurutnya, jika status tanahnya perorangan, maka tidak diperbolehkan pengelolaan dan perawatannya dengan menggunakan dana keistimewaan (danais). Namun jika sudah diwakafkan diperbolehkan menggunakan danais.

BACA JUGA: FJI Ajak Umat Perkuat Ukhuwah Islamiyah dan Dukung Kondusivitas Kamtibmas

Situs cagar budaya yang atas nama tanahnya perorangan, atas nama kepemilikanya tidak boleh dibalik namakan ataupun diturun warisankan. Namun jika status kepemilikan tanahnya Sultan Ground (SG), maka biaya perawatanya dapat mempergunakan danais.

“Para pelaku pelestari budaya diharapkan mengetahui ketentuan yang berlaku terkait dengan hal itu. Saya selaku Wabub Bantul bertekad akan mempermudah, mendorong dan membantu upaya pelestarian budaya yang ada,” tambah Joko.

BACA JUGA: 7 Pemuda Urung Perang Sarung, Seorang Diantaranya Kedapatan Membawa Pil Koplo

Gerakan edukasi dan motivasi kepada para generasi muda mulai dari usia anak-anak untuk mampu menjadi aktor seni budaya Jawa, bagi warga Bantul juga sangat diperlukan bahkan itu menjadi kewajiban pemerintah dan masyatakat.

Pada kesempatan itu juga menghadirkan nara sumber sumber selaku pakar seni budaya Jawa yaitu Dr Sumaryono MA dan Drs Gandung Jatmiko MPD. (Spd)


share on: