82 Persen Kondisi Jalan di Sleman Kategori Mantab

share on:
Proyek peningkatan Jembatan Banaran, saat ini sudah bisa dilalui || YP-Ist

Yogyapos.com (SLEMAN) - Pembangunan infrastuktur jembatan dan jalan, yang berperan penting dalam kelancaran lalulintas dan penunjang aktivitas perekonomian di masyarakat, menjadi perhatian serius Pemerintah Kabupaten Sleman. 

Tahun ini, melalui Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Kabupaten Sleman ada enam jembatan yang ditingkatkan. Realisasi hingga Desember ini semuanya telah selesai dikerjakan. 

BACA JUGA: Dikeluhkan Warga, Jalan Provinsi Ruas Balangan Tempel Rusak Berlubang

“Alhamdulillah sampai hari ini, semuanya sudah selesai 100 persen, dan sudah open traffic, artinya sudah bisa dilewati,” kata Plt Kepala Bidang Bina Marga, DPUPKP Kabupaten Sleman, Suwarsono kepada yogyapos.com, Senin (9/12/2024). 

Enam jembatan yang ditingkatkan tahun ini antara lain Jembatan Tapan Maguwoharjo; Sanggrahan Maguwoharjo, Beneran Turi, Beteng Sleman, Gajah Kuning Sleman dan Gesikan Tempel. Selain memperbaiki jembatan, Pemerintah Kabupaten Sleman juga melakukan pekerjaan peningkatan gorong-gorong untuk mengalirkan air hujan dan mencegah banjir. 

BACA JUGA: Belasan Warung Rusak di Pantai Depok Akibat Angin Puting Beliung

Ada 12 titik perbaikan gorong-gorong yaitu di Nawung, Betaan; Padon 1, Padon 2, Selorejo, Susukan, Macanan, Brayut, Bungas; Nglengkong, Kluwukan; dan Klaci. Menurut Suwarsono, banyak gorong-gorong yang masih menggunakan struktur pasangan batu kali dan kondisinya sudah rusak, sehingga strukturnya perlu diganti bahkan penggantian ada yang menggunakan struktur bok culvert. Alokasi anggaran yang digunakan untuk peningkatan jembatan sekaligus gorong-gorong ini senilai Rp 12,5 miliar. 

Kondisi terkini paket peningkatan Jalan Blembem-Tanen || YP-Ist

“Luas penampang basah (gorong-gorong) di beberapa titik ada yang ditambah, sehingga daya tampung debit airnya bertambah. Artinya dapat menambah kelancaran air yang lewat. Ini penting untuk menghindari genangan,” tuturnya. 

BACA JUGA: Toko Perabot Rumah Tangga di Dusun Dabag Terbakar, Belum Diketahui Penyebabnya

Bukan hanya jembatan, jalan juga menjadi aspek penting bagi pengembangan wilayah yang bermuara pada peningkatan pertumbuhan ekonomi masyarakat. Tahun ini, DPUPKP Sleman melakukan pekerjaan peningkatan jalan di tiga lokasi. Antara lain ruas jalan Kemusuk - Seyegan, kondisi jalan di ruas ini diaspal ulang dan dilebarkan menjadi 5,5 meter. 

Berikutnya, di ruas Karanggeneng- Pagerjurang dan terakhir di Banjarsari - Butuh. Di dua ruas tersebut Pemerintah mengganti jalan menjadi rigid beton. Total anggaran untuk peningkatan jalan di tiga ruas tersebut senilai Rp 7,9 miliar. Pemkab Sleman juga melakukan pelebaran jalan menuju standard. Pelebaran ini menggunakan Dana Alokasi Khusus (DAK) yang direalisasikan di ruas jalan Sidorejo - Kemasan Kalasan sepanjang 2.050 meter. 

Kemudian ruas Ngangkruk - Babadan sepanjang 1.550 meter. Ruas Blemben - Tanen Pakem 1.500 meter. Adapun total anggaran DAK yang dialokasikan untuk pelebaran jalan di tiga ruas tersebut senilai Rp 15.166.000.000. 

“Jadi jalan di ruas tersebut kami lebarkan menuju standard 6 meter, plus pelapisan ulang biar lebih kuat,” terang Suwarsono. 
Ruas jalan di Kabupaten Sleman memiliki panjang 699,5 kilometer. Hasil survei akhir tahun 2023, diketahui sepanjang 572 kilometer atau 82 persen, kondisi jalan dalam kategori mantap.

Artinya kondisi jalan baik dan sedang. Pemerintah Kabupaten Sleman terus berkomitmen untuk menghadirkan jalan yang baik bagi masyarakat. Selain program peningkatan jalan, Pemerintah juga mengalokasikan anggaran untuk pemeliharaan. 

BACA JUGA: Surat Terbuka Baharuddin Kamba Minta Copot Miftah dari Jabatan Utusan Khusus Presiden

“Kami juga rutin melakukan pemeliharaan jalan dalam rangka mempertahankan kemantapan jalan. Jadi, misalnya ada yang berlubang, maka langsung kami tangani. Anggaran untuk membeli material (pemeliharaan) Rp 8,14 miliar,” katanya. 

Selain itu, Pemerintah Kabupaten Sleman juga memperbaiki talud untuk mempertahankan kekuatan badan jalan. Tahun ini ada 17 titik talud jalan yang diperbaiki dengan anggaran Rp 8,3 miliar. Sementara untuk pemeliharaan rutin jembatan dianggarkan Rp 1,6 miliar. 

“Target kami dalam setahun ada 60 jembatan yang dilakukan pemeliharaan. Mulai dari pembersihan, kemudian kalau misalnya ada drainase yang kurang lancar, maka kami perbaiki,” katanya.(*/Opo) 

 


 


share on: